Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Alokasi Belanja Negara 2024 untuk Sumsel Naik Jadi Rp51,24 Triliun

Peningkatan belanja negara itu seiring dengan beberapa proyek pembangunan yang sedang berjalan di masing-masing daerah.
Penyerahan secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Buku Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 untuk Provinsi Sumatera Selatan, di Griya Agung, Kamis (14/12/2023)./Bisnis-Husnul.
Penyerahan secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Buku Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 untuk Provinsi Sumatera Selatan, di Griya Agung, Kamis (14/12/2023)./Bisnis-Husnul.

Bisnis.com, PALEMBANG – Alokasi belanja negara tahun anggaran (TA) 2024 untuk wilayah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) resmi ditetapkan sebesar Rp51,24 triliun atau mengalami peningkatan 10,31% dibandingkan tahun 2023. 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Sumsel, Rahmadi Murwanto menjelaskan peningkatan belanja negara itu seiring dengan beberapa proyek pembangunan yang sedang berjalan di masing-masing daerah. 

Menurut Rahmadi, untuk wilayah Sumsel sendiri terdapat dua proyek besar yakni pembangunan jalan tol dan bendungan yang diharapkan dapat segera selesai. “Dan diharapkan juga dengan peningkatan (alokasi belanja) para pemerintah daerah bisa memanfaatkan untuk membangun infrastruktur lain seperti pariwisata maupun bendungan untuk menuju ekonomi hijau,” katanya, Kamis (14/12/2023). 

Dia memerinci, untuk belanja negara tahun 2024 terdiri dari alokasi DIPA Kementerian/Lembaga dan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) di wilayah Sumsel dengan nilai masing-masing sebesar Rp19,58 triliun dan Rp31,66 triliun. 

Alokasi DIPA tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp2,72 triliun (16.6%) dibandingkan 2023 dengan kenaikan tertinggi pada belanja modal 2024 sebesar 51,92% atau Rp7,57 triliun dari Rp4,98 triliun di tahun ini. 

“Belanja modal ini diantaranya untuk pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Rp1,39 triliun dan Bendungan Tiga Dihaji Rp3,34 triliun,” jelas Rahmadi. 

Sedangkan untuk alokasi TKD Sumsel tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar Rp2,06 triliun atau 6,98% dari tahun 2023. Kenaikan terbesar pada alokasi TKD yakni alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) 2024 sebesar Rp12,04% atau senilai Rp9,96 triliun. 

Rahmadi menambahkan, penyerahan DIPA yang dilakukan secara digital pada tahun ini bertujuan untuk menyederhanakan proses penyerahan serta menjamin kenirsangkalan sumber daya terkait dengan data dan informasi sesuai dengan Peraturan Presiden No.95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE. 

“Jadi semula melalui 24 tahapan kini hanya melalui empat tahapan,” jelasnya. 

Sementara itu, Pejabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni menyampaikan pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi modal atau kunci utama dalam pelaksanaan APBN di tahun 2024 mendatang. 

Fatoni membeberkan, fokus APBN Sumsel untuk tahun 2024 meliputi perbaikan kualitas SDM, percepatan transformasi ekonomi hijau, serta penguatan sinergi anggaran pusat dan daerah.

“Kemudian peningkatan intensi sinergitas belanja negara khususnya untuk mendorong ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan,” katanya. 

Dia juga menegaskan untuk para penguasa pengguna anggaran yakni Kementerian/Lembaga di Sumsel untuk dapat menggelontorkan anggaran secara disiplin, teliti dan efektif. Utamanya percepatan pemanfaatan anggaran di awal tahun, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Dan khusus untuk Bupati/Wali Kota patut memastikan keselarasan rencana kerja pemerintah daerah dengan sasaran rencana kerja pemerintah 2024. Melalui TKD dan APBD dapat dilakukan perbaikan layanan publik, meningkatkan kinerja pembangunan daerah khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan pekerjaan,” jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper