Bisnis Sirkular, Sumbar Lirik Potensi Pengolahan Sampah

Sampah rumah tangga bila tidak dikelola dengan baik, dan dibuang sembarangan, maka dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana.
Ilustrasi sampah dari kemasan plastik/ Freepik
Ilustrasi sampah dari kemasan plastik/ Freepik

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, mulai melirik pengelolaan sampah yang dinilai memiliki potensi bisnis ekonomi sirkular.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Asben Hendri mengatakan di satu sisi dengan terkendalinya pembuangan sampah dari masyarakat, turut berdampak baik bagi lingkungan. Tapi bila sampah-sampah itu dikelola, dapat menjadi sumber bisnis ekonomi yang baru.

"Potensinya bagus, karena dari sampah ini bisa dijual dan ditukarkan jadi emas di Bank Sampah yang ada, seperti di Kota Padang. Lalu dari sampah juga bisa membudidaya maggot," katanya, dalam keterangan tertulis, Senin (27/11/2023).

Supaya potensi ini dilirik oleh banyak orang, DLH bahkan telah mengajak semua masyarakat memulai atensi untuk benar-benar mencintai tempat tinggal masing-masing, salah satunya dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, sampah-sampah dari rumah tangga khususnya, bila tidak dikelola dengan baik, dan dibuang sembarangan, maka dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana.

"Pembuangan sampah di sembarang tempat bisa berujung pada tertutupnya aliran air dan menyebabkan banjir. Kita butuh atensi masyarakat untuk menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik," ujarnya.

Dikatakannya untuk menumbuhkan atensi masyarakat terkait sampah, diakui Asben, harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini dikarenakan sudah terbentuk kebiasaan masyarakat mencari cara yang mudah dalam membuang sampah, salah satunya ke aliran sungai.
"Gerakan untuk mengolah sampah ini penting. Dampaknya tidaknya lingkungan tempat tinggal, bahkan di lokasi wisata pun, jika bersih dan nyaman. Karena bagaimanapun lingkungan yang kotor tentu membuat wisatawan enggan datang lagi berkunjung," kata Asben.
Untuk itu, Asben menilai amat penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menggali potensi sampah, seperti daur ulang dan budidaya maggot.

"Maggot ini sekarang sangat bernilai ekonomi dan bisa menjadi potensi sumber pendapatan dan usaha masyarakat," ujarnya.

Di Sumbar, 72 persen masyarakat masih menilai sampah sebagai musuh. Sementara sebenarnya sampah bisa menjadi sumber tambahan pendapatan dan juga solusi untuk mengentaskan permasalahan pengangguran."Padahal jika dikelola secara massal bisa menjadi bisnis besar yang menjanjikan," sebutnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumbar Supardi juga pernah menyampaikan sampah bisa menjadi objek yang dikelola dengan sistem ekonomi sirkular, karena memiliki potensi yang besar.

"Bahkan sudah ada tiga pihak yang menemui saya untuk diminta fasilitasi agar bisa mengelola sampah asal Sumbar. Salah satu diantaranya merupakan perusahaan asing. Ini menjadi bukti bahwa sampah merupakan potensi yang menjanjikan jika dikelola dengan tepat," kata Supardi.

Dia menjelaskan sampah merupakan objek yang bisa dikelola dengan sistem ekonomi sirkular. Dimana untuk sistem ekonomi sirkular ini, merupakan sistem ekonomi di mana pelaku ekonomi menjaga agar sumber daya dapat dipakai selama mungkin, menggali nilai maksimum dari penggunaan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan pada setiap akhir umur layanan.
"Saya melihat pengelola ekonomi sirkular ini kebanyakan pasti sukses," tegasnya.

Supardi menilai di tengah tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan di Sumbar saat ini, maka perlu didorong masyarakat untuk memaksimalkan sebanyak mungkin potensi yang ada.

Dia mencontohkan tentang budidaya maggot yang juga merupakan peluang untuk berusaha oleh masyarakat. Maggot ini merupakan belatung atau berniaga/berenga adalah larva dari lalat yang ditemukan pada barang-barang yang membusuk seperti bangkai, buah, atau sayur-mayur yang rusak.

Artinya hal itu merupakan potensi bagus, karena budidaya maggot bisa membantu masyarakat mencukupi kebutuhan hidup dan juga bisa membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Dia berharap masyarakat bisa membantu mengubah persepsi masyarakat tentang sampah. Bahwa banyak jalur potensi yang bisa diolah untuk menjadi sumber pendapatan, baik melalui daur ulang atau bahkan budidaya maggot.

"Dari sampah kita bisa membuka peluang lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan," ujar Supardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper