Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Antrean Panjang, Riau Minta Tambahan Kuota Biosolar

Pemerintah Provinsi Riau mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar untuk mengatasi antrean kendaraan yang terjadi di beberapa SPBU.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar untuk mengatasi antrean kendaraan yang terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Evarefita menyatakan bahwa usulan penambahan kuota Biosolar dari 863.605 KL menjadi 983.780 KL diajukan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH) Migas. 

"Surat usulan tambahan kuota biosolar sudah ditandatangani oleh Gubernur Riau dan telah disampaikan ke BPH Migas," ungkapnya, Minggu (26/11/2023).

Sebelum mengajukan usulan penambahan kuota, Pemprov Riau telah melakukan rapat pembahasan dengan PT Pertamina Patra Niaga. Meskipun antrean terjadi di beberapa SPBU, Evarefita menegaskan bukan karena kelangkaan BBM solar. Kuota BBM yang diberikan oleh Pertamina kini diberikan per SPBU, bukan per kabupaten/kota.

"Antrean panjang di SPBU bukan disebabkan oleh kelangkaan. Kuota yang diberikan per SPBU, sehingga jika habis dalam satu hari, top-up SPBU baru dapat dilakukan esok harinya," jelas Evarefita.

Evarefita memastikan kuota BBM di Riau mencukupi hingga akhir tahun, dan jika terdapat penurunan stok, akan dilakukan top-up stok BBM tersebut. Untuk mengantisipasi kelangkaan jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Pemprov Riau berencana mengirim surat untuk penambahan kuota BBM di wilayah tersebut.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan telah mempersiapkan langkah-langkah menghadapi liburan Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 2024.

Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tiara Thesaufi mengatakan pihaknya memastikan kebutuhan BBM baik subsidi maupun non subsidi di Riau cukup untuk menghadapi liburan Nataru.

"Soal penyaluran kuota per hari memang kami siapkan kenaikan 5%, karena ada perkirakan terjadi lonjakan mobilitas termasuk wilayah Riau," katanya.

Dia berharap kepada pengendara yang hendak mengisi BBM di SPBU harap memahami betul apakah jenis kendaraannya konsumsi BBM bersubsidi dan nonsubsidi. Selain BBM, Pertamina juga memastikan ketersedian Gas Elpiji untuk masyarakat.

Kemudian pihaknya mengakui Provinsi Riau masih menjadi pasar potensial Pertamina untuk pemasaran produk-produk BBM berkualitas karena wilayah tersebut banyak terdapat industri, pabrik dan perkebunan sawit.

Menurutnya Riau merupakan wilayah potensi besar buat Pertamina tentunya untuk memasarkan produk BBM yang berkualitas. Jadi bukan hanya untuk yang subsidinya tapi yang nonsubsidinya juga.

"Di sini banyak uang beredar, kalau misalnya masyarakat dengan pendapatan tinggi tentunya mereka bisa beralih kepada yang sebelumnya pakai bahan bakar subsidi ke nonsubsidi," imbaunya.

Karena itu sebagai bentuk penghargaan, pihaknya menyelenggarakan Apresiasi Pelanggan Pertamina Riau 2023 dengan berbagai kategori, yang sudah sempat terhenti selama tiga tahun akibat pandemi covid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper