BRK Syariah dengan Poktan Kampar Sepakati Peremajaan Sawit

Dukungan BRK Syariah itu sejalan dengan arahan pemerintah dan OJK, agar terwujudnya sinergi antara pihak terkait dengan program peremajaan sawit.
Dirut BRK Syariah Andi Buchari (kedua kanan) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregas (kanan) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pembiayaan PSR dengan kelompok tani kelapa sawit di Kampar, Riau Jumat (17/3/2023)./Bisnis-Arif Gunawan
Dirut BRK Syariah Andi Buchari (kedua kanan) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregas (kanan) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pembiayaan PSR dengan kelompok tani kelapa sawit di Kampar, Riau Jumat (17/3/2023)./Bisnis-Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU - PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Provinsi Riau.

Dukungan perusahaan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara BRK Syariah dengan kelompok tani dan PTPN V sebagai perusahaan penampung produksi sawit petani.

Direktur Utama BRK Syariah Andi Buchari menjelaskan dukungan yang diberikan pihaknya itu sejalan dengan arahan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar terwujudnya sinergi antara pihak terkait program PSR.

"Dukungan kami dalam program PSR yang salah satunya di Kabupaten Kampar ini merupakan komitmen perusahaan dalam peningkatan kualitas dan produktivitas petani kelapa sawit," ungkapnya di Kampar, Jumat (17/3/2023).

Dia memaparkan hingga kini BRK Syariah telah membantu program PSR bagi kelompok tani di wilayah Riau dengan luas kebun sawit yang mencapai hingga 5.000 hektare.

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyebutkan sektor perkebunan kelapa sawit adalah sektor strategis yang menopang perekonomian nasional dan mampu selamat menghadapi pandemi lalu.

"Sawit ini menjadi penopang dan memberikan kekuatan serta daya tahan ekonomi Republik Indonesia selama masa pandemi, dan kami melihat dengan kerja sama ini adalah bentuk investasi kita serta pihak terkait untuk menjaga sumber utama perekonomian dan daya tahan menghadapi krisis ke depan," ungkapnya.

Menurutnya yang harus berterima kasih dalam program ini bukanlah bapak ibu petani sawit kepada pihaknya dan perbankan, tetapi justru pihaknya lah bersama perbankan yang kepada para petani kelapa sawit. Karena bila tanpa dukungan komoditas sawit selama pandemi, pihaknya menilai pemulihan ekonomi nasional akan semakin berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper