Moeldoko Dukung Pembangunan KRIS RSUP Dr. M. Djamil Padang

RSUP Djamil Padang akan melakukan pembangunan kelas rawat inap standar (KRIS) yang berlokasi di belakang RSUP itu dengan luas lahan mencapai 1,5 hektare
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) yang disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Murti Utami (ketiga kanan) dan Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy (kedua kanan) dan turut mendampingi Direktur Utama. DR . dr . Yusirwan Yusuf (ketiga kiri) Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Purmant (kedua kiri) dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan perluasan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (30/9/2022)/Bisnis-Muhammad Noli Hendra
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) yang disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Murti Utami (ketiga kanan) dan Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy (kedua kanan) dan turut mendampingi Direktur Utama. DR . dr . Yusirwan Yusuf (ketiga kiri) Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Purmant (kedua kiri) dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan perluasan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (30/9/2022)/Bisnis-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG — Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, Sumatra Barat, akan melakukan pembangunan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang berlokasi di belakang RSUP itu dengan luas lahan mencapai 1,5 hektare.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko yang turut hadir melakukan peletakan batu pertama pembangunan KRIS itu mengatakan, dengan adanya KRIS di RSUP Dr.M. Djamil, maka layanan kesehatan akan lebih baik ke depannya.

"KRIS ini bagus, saya dukung RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk membangun atau pengembangan KRIS ini. Sehingga semua lapisan, segenap lapisan masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan, yang standar, bermutu, dan terjangkau," katanya di Padang, Jumat (30/9/2022).

Moeldoko menaruh harapan kepada RSUP Dr. M. Djamil Padang, setelah nantinya bangunan KRIS itu digunakan, dapat melayani masyarakat yakni pengobatan secara lengkap dan memadai. Dengan demikian masyarakat tidak perlu repot untuk berobat keluar negeri.

"Fasilitas, Kompetensi SDM, dan sarana harus wajib ditingkatkan secara terus menerus," pesannya.

Dia menyebutkan lahan yang digunakan untuk pembangunan KRIS itu berkat kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, karena lahan tersebut merupakan milik dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"RSUP Dr. M. Djamil Padang ini dapat dikatakan melayani pasien dari wilayah Sumatra Bagian Tengah (Sumbagteng). Jadi memang sudah seharusnya ditingkatkan layanannya," sebutnya.

Sementera itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Yusirwan, menjelaskan, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat masih merasakan kurang puas dari kondisi rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hal ini dikarenakan penuhnya ruangan yang terpakai.

"Untuk kelas III itu ada yang lima orang pasien satu kamar, terjadilah berdesak-desakan. Seharusnya tiga orang dalam satu kamar itu, sehingga lebih membuat pasien terasa lebih nyaman," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyatakan perluasan pembangunan RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk KRIS sudah seharusnya dilakukan, agar pelayanan lebih maksimal.

Dia menyatakan rasa senangnya dengan telah adanya kesepakatan antara Kementerian Kesehatan RI dengan Kementerian Perhubungan dan PT. KAI serta RSUP Dr. M. Djamil Padang, Nomor KN.02.07/II/7710/2022, PJ.107/2022, KL.703/VIII/2/KA-2022, HK.03.01/XVI.I/1672/2022 Tanggal 5 September 2022 tentang Penggunaan Tanah untuk Pengembangan Pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Menurutnya dengan telah adanya peletakan batu pertama oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, bukan berarti kegiatan telah selesai. Namun segenap civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil Padang harus lebih bekerja keras untuk menyukseskan layanan KRIS agar dapat terlaksana sesuai dengan jadwal program yang telah ditetapkan.

Dirut menjelaskan di RSUP Dr. M. Djamil Padang sekarang ini memiliki 800 tempat tidur yang nanti akan dikembangkan menjadi 1.400 tempat tidur.

"Jadi kami perlu kerja keras untuk hal ini, agar dalam waktu yang tidak begitu lama dapat direalisasikan. Sehingga harapan masyarakat nantinya dapat menerima pelayanan yang terbaik, bermutu, sesuai  standar kepada masyarakat dapat terlaksana," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper