Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OKI Jadi Salah Satu Kabupaten Percontohan untuk Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster

Sebanyak tiga kabupaten di Tanah Air menjadi proyek percontohan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla berbasis pendekatan klaster.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  16:33 WIB
OKI Jadi Salah Satu Kabupaten Percontohan untuk Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster
Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Husin (ketiga dari kanan) berpose bersama para pihak yang terlibat dalam penegahan karhutla dengan pendekatan klaster. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Sebanyak tiga kabupaten di Tanah Air menjadi proyek percontohan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla berbasis pendekatan klaster.

Adapun salah satu dari tiga kabupaten yang terpilih itu, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, di Provinsi Sumatra Selatan. Dua daerah lainnya, yaitu Kabupaten Pelalawan, Riau, dan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Proyek percontohan berbasis klaster itu merupakan program Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP-IFM) Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Kemitraan).

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Husin, mengatakan pendekatan klaster diharapkan dapat mengubah paradigma penanganan karhutla, dari semula upaya pemadaman menjadi pencegahan.

“Kebakaran hutan sulit dipadamkan. Apa lagi kalau pakai helikopter [pemadam kebakaran] yang [baling-balingnya] membuat api jadi luas," katanya, Kamis (30/6/2022).

Husin mengemukakan pihak pemerintah kabupaten sangat sulit untuk menganggarkan pemadaman karena keterbatasan dana.

Menurut dia, hanya ada sedikit upaya pemerintah untuk pencegahan kebakaran hutan, bahkan tidak ada alokasi dana untuk hal tersebut.

Sehingga, kata Husin, pendekatan klaster yang melibatkan multi pihak menjadi solusi.

Dia menerangkan, karena pemerintah kesulitan secara anggaran, pihak perusahaan harus mengalokasikan dananya untuk tindakan pencegahan.

“Tidak selalu uang, melainkan pemberian alat pantau atau penanganan dan pencegahan karhutla. Sementara, pemerintah memberikan izin dan membuat regulasi tentang sistem kerja kolaborasi para pihak, terutama pengguna lahan,” papar dia.

Sebelumnya,  Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M. Syarif menjelaskan, tindakan pencegahan kebakaran hutan di setiap kabupaten dilakukan dengan pendekatan klaster.

Pasalnya, setiap daerah dan lahan tertentu punya keragaman sendiri sehingga penerapannya berbeda.

"Pendekatan klaster merupakan kegiatan pencegahan kebakaran yang bersifat kolaboratif dan melibatkan semua pihak, seperti pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI, kepolisian, perusahaan swasta, dan kecamatan, serta desa," katanya.

Laode strategi pencegahan dengan kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan karena kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan.

Diketahui, program pencegahan karhutla  berbasis klaster juga didukung US Agency for International Development (USAID), dan United Nation Environmental Programme (UNEP), Kishugu dari Afrika Selatan dan CCROM IPB (Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pasific - Institut Pertanian Bogor). Program ini memfasilitasi penguatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di daerah percontohan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan Karhutla ogan komering ilir
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top