Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Travel Bubble Kepri Diyakini Aman dari Potensi Kenaikan Tarif Akomodasi

Pemerintah Kota Batam meyakini pelaksanaan travel bubble Nongsa dan Lagoi di Kepulauan Riau (Kepri) akan terbebas dari potensi kenaikan tarif akomodasi.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  14:48 WIB
Pengunjung berwisata mengenakan masker di Kepri Coral, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. ANTARA
Pengunjung berwisata mengenakan masker di Kepri Coral, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. ANTARA

Bisnis.com, BATAM-Pemerintah Kota Batam meyakini pelaksanaan travel bubble Nongsa dan Lagoi di Kepulauan Riau (Kepri) akan terbebas dari potensi kenaikan tarif akomodasi. Hal itu didasari dari optimalnya pengawasan yang dilakukan tim di lapangan.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pengawasan dan koordinasi dari tim gabungan Pemkot Batam terus berjalan dan semakin optimal menjelang kedatangan turis dari negara tetangga Singapura.

Harapan besar akan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan asing, sehingga membuat mereka ingin kembali datang ke Batam dan Bintan juga mendorong instrumen pariwisata di Kepri berlaku santun dan mengedepankan kepentingan turis.

"Saya pikir justru penyedia akomodasi akan memberikan diskon untuk kenyamanan turis yang baru datang ke Batam dan Bintan. Ini yang sudah lama ditunggu tentu," kata Amsakar menjelaskan.

Terkait dengan pengawasan khusus terhadap potensi kenaikan tarif akomodasi, Amsakar menilai belum diperlukan karena sampai saat ini pemgawasan yang sudah dilakukan oleh tim dari Pemkot Batam, Prmerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Kementerian dan Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) terkait cukup optimal.

Senada dengan Amsakar, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan penyedia akomodasi perihal kepastian harga yang diberikan kepada turis saat travel bubble ini diberlakukan.

"Kami punya daftar harga dari resort dan hotel yang ada di kawasan travel bubble, jadi kita koordinasi sampai ke sana," kata Buralimar.

Upaya menjaga kenyamanan, lanjut Buralimar, harus menjadi fokus utama semua pihak. Sehingga kenyamanan ini akan dirasakan dan mendorong hadirnya turis di masa-masa selanjutnya.

Untuk diketahui, tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah meninjau langsung kesiapan Nongsa dan Lagoi menjelang kedatangan wisman pada Rabu (15/2/2022) kemarin.

Kehadiran tim dari pusat ini untuk memastikan agenda penyambutan wisman perdana pada Jumat (18/2/2022) berjalan lancar dan tidak berlebihan. Penyedia akomodasi juga diminta untuk melayani secara optimal meskipun nantinya kuota kedatangan wisman tidak sesuai target.(K41)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam kepri travel bubble
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top