Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Produksi Peti Kemas Ekspor-Impor di Pelabuhan Belawan Terkoreksi 1 Persen

Kinerja produksi peti kemas untuk ekspor dan impor di Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, mengalami koreksi sebesar 1 persen (yoy) hingga November 2021.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  22:05 WIB
Kinerja Produksi Peti Kemas Ekspor-Impor di Pelabuhan Belawan Terkoreksi 1 Persen
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Kinerja produksi peti kemas untuk ekspor dan impor di Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, mengalami koreksi sebesar 1 persen (yoy) hingga November 2021.

Akan tetapi, General Manager Terminal Peti Kemas Belawan Yarham Harid mengatakan bahwa kinerja tersebut masih relatif stabil.

"Untuk produksi peti kemas ekspor year on year cukup stabil, namun ada koreksi lebih kurang 1 persen sampai dengan November 2021. Khusus di Belawan, saat ini jumlah ekspor dan impor masing stabil," kata Yarham kepada Bisnis, Kamis (23/12/2021).

Dari sisi terminal, jumlah empty yang masuk atau impor ke Pelabuhan Belawan tercatat sekitar 20 persen dari muatan kapal. Sedangkan untuk peti kemas empty yang keluar atau ekspor, tercatat sekitar 8 persen.

Yarham menjelaskan, terdapat sembilan perusahaan pelayaran peti kemas internasional yang selama ini beroperasi di Pelabuhan Belawan.

Yaitu PT Samudera Indonesia, Maersk Line/PT Pelayaran Bintang Putih, MSC/PT Panurjuwan, RCL, Wanhai /PT Bintika Bangunnusa dan OOCL/PT Karana Line.

Kemudian PT Caraka Tirta Perkasa, Evergreen Shipping Agency Indonesia, CMA-CGM dan PT Meratus Lines.

Di sisi lain, para pelaku usaha ekspor-impor di Sumatra Utara sebelumnya mengalami kendala akibat keterbatasan kontainer di Sumatra Utara.

Bahkan, kondisi ini menyebabkan geliat ekspor komoditas karet stagnan pada tahun ini.

Menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah, ketersediaan metal box pengemas dan kontainer pengangkut karet tidak memadai.

Akibatnya, kinerja ekspor karet dari provinsi diperkirakan masih stagnan. Padahal, volume ekspor untuk pengapalan November 2021 tercatat 36.873 ton. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 5.305 ton atau 16,8 persen dibanding pengapalan Oktober 2021 lalu.

Menurut Edy, volume ekspor karet kurun Januari-November 2021 tercatat sebanyak 342.032 ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 4.952 ton atau 1,4 persen dibanding periode yang sama pada 2020 lalu.

"Pengapalan pada Desember masih diwarnai dengan adanya delay shipment karena adanya keterbatasan metal box pengemas karet dan keterbatasan ketersediaan kontainer. Dengan adanya keterbatasan ini, kinerja ekspor karet Sumatra Utara diperkirakan masih stagnan," ujar Edy, Senin (20/12/2021).

Selain faktor teknis pengiriman, kondisi cuaca juga menyebabkan produksi karet rakyat dan perkebunan menurun.

"Kondisi ini juga dipengaruhi masih menurunnya produksi karet rakyat dan perusahaan perkebunan karet karena saat ini di Sumatra Utara masih musim hujan," kata Edy.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor (GPE) Sumatra Utara Hendrik Halomoan Sitompul, keterbatasan kontainer di Sumatra Utara menyulitkan para eksportir baru.

Namun, menurutnya, sejauh ini belum terdengar keluhan berarti. Sebab, para pengusaha yang sudah lama berkecimpung dalam dunia ekspor-impor umumnya sudah memiliki langganan penyedia jasa kontainer sendiri.

"Kalau eksportir yang sudah reguler tidak ada masalah, karena biasanya sudah kontrak. Tapi mungkin yang baru ini yang mengalami persoalan," kata Hendrik.

Menurut Hendrik, kebutuhan terhadap kontainer biasanya menerapkan prinsip Business to Business atau B2B antara eksportir dan penyedia jasa. Sedangkan peran pemerintah tak lain sebatas dukungan dan fasilitator.

Di sisi lain, Hendrik mengatakan bahwa kebutuhan terhadap kontainer memang kerap meningkat saat akhir tahun.

"Jadi bukan kelangkaan, tapi keterbatasan. Kalau eksportir reguler tidak ada kendala. Yang mengalami masalah itu ketika ada orang yang tiba-tiba membutuhkan atau baru memulai bisnis ekspor," ujar Hendrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peti kemas sumut pelabuhan belawan
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top