Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riau Minta Percepat Penyerahan PI 10 Persen di Blok Siak

Kendati produksi migas di Blok Siak ini sedikit lanjut John, namun dia berharap Blok Siak ini dapat menjadi tolok ukur (benchmark) untuk meraih PI 10 persen tadi.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 11 Maret 2021  |  19:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemprov Riau meminta pemerintah pusat untuk segera merealisasikan participating interest (PI) 10 persen dalam pengelolaan migas Blok Siak. 

Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau, John Armedi Pinem menjelaskan permohonan itu telah disampaikannya langsung kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM RI Prof. Tetuko, saat melakukan kunjungan kerja ke Riau, Selasa (9/3/21) lalu, di Gedung VIP Lancang Kuning Bandara  Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Saya sudah sampaikan langsung ke Dirjen Migas di hadapan Gubernur Riau, untuk mohon dipercepat PI Blok Siak. Saat itu, Pak Dirjen bersedia membantu kita," katanya dalam siaran pers, Kamis (11/3/21).

John mengakui, jika produksi minyak di Blok Siak tidak sebanyak sumur migas di Blok Rokan atau ladang minyak lainnya. Saat ini kapasitas produksi migas di Blok Siak hanya sekitar 1.700 barel minyak perharinya (BOPD).

Kendati produksi migas di Blok Siak ini sedikit lanjut John, namun dia berharap Blok Siak ini dapat menjadi tolok ukur (benchmark) untuk meraih PI 10 persen tadi.

"Kalau ini berhasil, maka akan menjadi benchmark untuk Blok Rokan maupun Blok Kampar, dan lainnya," ujarnya.

Selain soal PI 10 Persen, John mengaku jika Pemprov Riau juga meminta ke Dirjen Migas agar BUMD Riau dapat ikut serta dalam pekerjaan-pekerjaan di Blok Siak. Artinya, kerjasama B to B dengan menggandeng mitra pengusaha lokal yang profesional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok siak minyak bumi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top