Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanggulangi Banjir, Kementerian PUPR Bangun Groundsill di Kota Medan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono menyebutkan akan membangun beberapa groundsill di area hilir sungai yang melintasi Kota Medan.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  16:47 WIB
Tanggulangi Banjir, Kementerian PUPR Bangun Groundsill di Kota Medan
(ki-ka)Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimujono, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau lokasi banjir di perumahan De Flamboyan di Desa Tanjung Selamat, Deli Serdang, Senin (7/12 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono menyebutkan akan membangun beberapa groundsill di area hilir sungai yang melintasi Kota Medan. Hal itu dinyatakannya saat mengunjungi lokasi banjir di Perumahan De Flamboyan, Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Senin (7/12/2020).

Menurutnya, setidaknya akan dibangun groundsill di tiga hilir sungai, yaitu hilir Sungai Percut, Sungai Deli, dan Sungai Belawan.

"Sungai Deli, Percut, Belawan, ini kan tiga sistem [aliran] yang melewati Medan. Itu pasti akan normalisasi kita sudah punya desainnya," kata Basuki.

Selain membangun groundsill, Basuki juga akan memperkuat dinding penahan bantaran sungai dengan pemadatan. Sudetan, saluran yang dibangun untuk mengalihkan aliran sungai, di tanggul Sungai Belawan Perumahan De Flamboyan juga akan dikeruk untuk mengantisipasi banjir di kemudian hari.

Selain jebolnya tanggul Sungai Belawan, Basoeki menyebutkan curah hujan tinggi diikuti fenomena La Nina dan awan hujan dari Lautan India merupakan pemicu utama banjir di beberapa titik wilayah Sumatra Utara.

"Menurut BMKG, ini musim hujan ada dua bonus, bonus pertama adalah La nina bonus kedua ada awan dari lautan india yang membawa uap air yang lebih, sehingga yang tadinya 20-40 persen itu jadi mungkin lebih tinggi dari biasa," katanya.

Untuk sementara, perbaikan infrastruktur serta tanggul sungai akan dilakukan secara darurat hingga musim kemarau tiba.

Imbauan juga disampaikan Basuki kepada pihak pengembang perumahan dan masyarakat Sumut agar memprioritaskan analisis dampak lingkungan (amdal) sebelum mulai mengembangkan atau memilih lingkungan pemukiman.

"Ini yang harus kerja sama memang semua butuh lahan permukiman tapi harus hati hati menentukan. Harus dihitung betul-betul," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top