Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin Menilai Pertanian Bisa Memicu Kebangkitan Ekonomi Sumbar

Mengacu pada data statistik, maka sektor pertanian merupakan sektor yang potensial untuk terus dikembangkan di tahun 2021.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 19 November 2020  |  10:12 WIB
Hamparan sawah yang ada di Desa Indudur Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang kini tengah memasuki musim panen. - Bisnis/Noli Hendra
Hamparan sawah yang ada di Desa Indudur Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang kini tengah memasuki musim panen. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Sumatra Barat memiliki sebuah harapan kepada sektor pertanian sebagai upaya membangkitkan ekonomi daerah pada tahun 2021 nanti.

Ketua KADIN Sumbar Ramal Saleh mengatakan mengacu pada data statistik, maka sektor pertanian merupakan sektor yang potensial untuk terus dikembangkan di tahun 2021. Sebab bila pertanian membaik, dimana ekonominya dirasakan langsung oleh patani, maka sektor lain bakal mengikuti.

"Saya melihat pertanian adalah bagian hilirnya. Ekonomi para petanilah yang harus digenjot. Bila ekonomi petani ini bagus, maka akan berdampak kepada sektor lain seperti halnya pariwisata dan UMKM," ujarnya, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya bagaimana pariwisata dan UMKM bisa maju, sementara ekonomi dari masyarakatnya tidak bagus. Kuncinya untuk membuat ekonomi itu bagus adalah sektor pertaniannya, sehingga sektor lainnya akan merasakan dampak positifnya.

Sekarang di Sumbar, sektor pertanian yang memiliki pasar yang bagus yakni kelapa sawit atau CPO. Selama pandemi CPO bisa dikatakan tidak begitu merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Namun untuk menjalani di tahun 2021 nanti, lebih baiknya perkebunan kelapa sawit ini lebih ditingkatkan. Caranya petani dengan pemerintah harus berkolaborasi, dimana dalam hal ini menyepakati nilai jual dari kelapa sawit.

Pemerintah memiliki peran soal mengatur harga kelapa sawit. Bila kelapa sawit yang dipatok oleh pemerintah bisa menguntungkan petani dan tidak pula membuat pemerintah merugi, maka akan terwujud ekonomi yang kuat.

"Jadi tidak zamannya lagi harus mengedepankan ego sektoral. Mari sama-sama duduk dan berkolaborasi. Lahirkan kesepakatan sama-sama bagus untuk kemajuan. Artinya petani dan pemerintah harus jalan bergandengan, jangan ego sendiri-sendiri," sebutnya.

Selain kelapa sawit, komoditi ekspor lainnya minyak nilam dan kapulaga. Harga minyak nilam Rp750.000 per kilogram dan kapulaga Rp100.000 per kilogram. Perkebunan manggis juga potensial dikembangkan, terlebih Kabupaten Limapuluh Kota dikenal sebagai sentra.

Begitu juga komoditi tren masa pandemi yakni jahe, sebenarnya perlu diperhatikan. Sedangkan sektor perikanan sepertinya tambak udang vaname bagus juga prospektif untuk dikembangkan lagi.

Adapun di sektor jasa, Sumbar memang memiliki pariwisata yang bagus. Tapi pandemi mengurangi minat wisatawan datang ke Sumbar.(k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian sumbar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top