Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akademisi Menilai Sumbar Perlu Perkuat Ekonomi Lokal

Sepanjang 2020 ini, terpantau ekspor CPO dan beberapa komoditi lainnya tetap jalan. Artinya tahun 2021 mendatang ekspor pun akan tetap jalan.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 18 November 2020  |  13:53 WIB
Petani menyiapkan bibit padi di Korong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (31/10/2020). - Antara/Iggoy el Fitra.
Petani menyiapkan bibit padi di Korong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (31/10/2020). - Antara/Iggoy el Fitra.

Bisnis.com, PADANG - Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas Padang Prof Syafruddin Karimi berpendapat bahwa penguatan ekonomi daerah pada 2021 mendatang perlu dilakukan dari segi ekonomi lokal.

"Tahun depan jangan bicara soal ekspor dulu. Karena belum bisa dipastikan lagi apakah akan kondisi saat ini bakal membaik atau malah memburuk di tahun 2021. Sebab pandemi Covid-19 juga tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir," katanya ketika dihubungi Bisnis di Padang, Rabu (18/11/2020).

Ekonomi ekspor diperkirakannya masih belum bisa berjalan normal di tahun 2021 mendatang. Sehingga pemerintah daerah diharapkan jangan terlalu berharap kepada ekonomi internasional yakni ekspor.

Dia mengaku bahwa ekonomi ekspor seperti CPO beserta komoditi lainnya memang cukup besar di Sumatra Barat. Tapi sepanjang tahun 2020 ini, terpantau ekspor CPO dan beberapa komoditi lainnya tetap jalan. Artinya tahun 2021 mendatang ekspor pun akan tetap jalan.

Jadi pemerintah perlu melihat lebih dekat yakni ekonomi lokal. Pemerintah perlu memperkuat ekonomi lokal, seperti industri rumah tangga dan kondisi pertanian. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah soal peluang pasarnya.

"Yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah ekonomi lokal ini. Seperti penjualan di pasar menurun karena orang yang datang ke pasar pun menurun. Nah hal ini lah yang perlu dicarikan solusinya oleh pemerintah," ujarnya.

Prof Syafruddin Karimi menyatakan bahwa kalau bicara ekspor sisi ekonomi yang menyinggung pelaku usaha besar. Jadi dampak pandeminya itu tidak begitu besar dirasakan oleh masyarakat.

Sementara untuk pedagang di pasar, industri rumah tangga dan pertanian adalah sektor yang bersinggungan langsung oleh masyarakat. Bila sektor ini tidak dilakukan pembenahan, maka dari tataran ekonomi lokal bisa memburuk.

"Saya rasa hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk memperkuat ekonomi 2021 itu mengarahkan pedagang dan konsumen ke arah digitalisasi," sebut Prof Syafruddin Karimi.

Digitalisasi yang dimaksud, seperti perlu membentuk koordinator yang ditempatkan di masing-masing pasar, baik itu pasar yang masih skala kecil maupun pasar yang dalam skala besar.

Bagaimana supaya perdagangan lokal untuk melek digitalisasi, Prof Syafruddin Karimi menilai secara bertahap pemerintah bisa melakukan semacam sosialisasi atau pelatihan kepada pedagang.

Prof Syafruddin Karimi melihat sektor industri rumah tangga, pertanian, dan usaha mikro kecil perlu jadi perhatian pemerintah. Memanfaatkan digitalisasi menjadi solusi karena akan terus berjalan dan berkembang dari waktu ke waktu.(k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padang sumbar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top