Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potensi Cuaca Ekstrem di Sumut dan Aceh, Begini Gambarannya

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatra Utara yang membentuk daerah pertemuan / perlambatan kecepatan angin (konvergensi).
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 16 November 2020  |  13:06 WIB
Ilustrasi. - Antara/Wahdi Septiawan
Ilustrasi. - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, MEDAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat peringatan dini cuaca ekstrem yang terjadi di Aceh dan Sumut pada Senin (16/17/2020) dan Selasa (17/11/2020).

Provinsi Aceh diperkirakan dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang dua hari berturut-turut. Sementara itu, wilayah Sumatra Utara diprediksi dilanda hujan disertai petir dan angin kencang pada periode yang sama.

Menurut laporan resmi Deputi Bidang Meteorologi BMKG cuaca ekstrem ini dipicu oleh sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatra Utara yang membentuk daerah pertemuan / perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Riau bagian utara hingga perairan barat Sumatera Barat dan dari Jambi bagian timur hingga Samudera Hindia barat Sumatra Barat.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Selain Aceh, wilayah di Pulau Sumatera yang diproyeksi dilanda hujan lebat, petir serta angin kencang dua hari berturut-turut ini adalah Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Wilayah yang berpotensi dilanda hujan deras selain Sumut adalah Kepulauan Riau.

Adapun, BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 14- 16 November 2020, salah satunya perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Nias.

Laman resmi bmkg.go.id mencatat ada potensi peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada perairan tersebut. Kondisi ini dipicu oleh perubahan pola dan kecepatan angin di Laut Cina Selatan, Perairan Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, dan Samudra Hindia barat Lampung.

Peningkatan tinggi gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan masyarakat pinggir pantai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh cuaca ekstrem sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top