Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hotel Santika Diresmikan, Investasi Perhotelan Terus Tumbuh di Bukittinggi

Investasi pembangunan hotel di kota wisata Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat seakan tidak terganggu adanya pandemi Covid-19.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  17:06 WIB
Penampakan Hotel Santika yang ada di Jalan Tuanku Nan Renceh, No. 33 Bukittinggi, Sumatra Barat, yang kini telah diresmikan Minggu (18/10/2020). - Istimewa
Penampakan Hotel Santika yang ada di Jalan Tuanku Nan Renceh, No. 33 Bukittinggi, Sumatra Barat, yang kini telah diresmikan Minggu (18/10/2020). - Istimewa

Bisnis.com, BUKITTINGGI - Investasi pembangunan hotel di kota wisata Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat seakan tidak terganggu adanya pandemi Covid-19.

Buktinya hari ini Minggu (18/10/2020) Hotel Santika berbintang 3 telah diresmikan dan siap untuk mengakomodir berbagai kebutuhan masyarakat dan wisatawan di Sumbar.

"Saya menyambut baik adanya investasi perhotelan di Bukittinggi ini. Karena nantinya akan dapat menunjang perekonomian dari sisi penerimaan tenaga kerja juga sebuah kekuatan daya tarik wisatawan untuk datang ke Sumbar," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai meresmikan Hotel Santika Bukittinggi, Minggu (18/10/2020).

Peresmian hotel yang beralamat di Jalan Tuanku Nan Renceh, No. 33 Bukittinggi ini juga turut dihadiri oleh ASITA Sumbar dan Pimpinan Perbankan di Sumbar.

Menurut Irwan Prayitno kehadiran Hotel Santika akan mampu memberikan daya tarik baru sehingga membuat wisatawan untuk datang ke Sumbar dan khususnya ke Bukittinggi. Karena bisa diartikan ada hal baru yang bisa dirasakan saat bermalaman di Bukittinggi.

"Kita apresiasi investasi yang dilakukan di Sumbar karena hal ini akan menggerakkan roda perekonomian. Apalagi kita membutuhkan kamar-kamar apabila ada kegiatan berskala Nasional dan Internasional di Bukittinggi," ujarnya.

Kota Bukittinggi yang dikenal dengan panorama alam dan keragaman kuliner otentiknya, merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kesini.

Tidak lengkap rasanya bila ketersedian hotel untuk bermalaman di Bukittinggi tidak mendukung kunjungan wisatawan saat berada di Bukittinggi.

"Saya minta pengelola hotel harus menerapkan protokol kesehatan setiap tamu yang datang, karena wabah Covid-19 masih ada," sebut gubernur.

Gubernur mengakui bahwa di Bukittinggi merupakan daerah yang memiliki banyak hotel setelah Kota Padang. Hal ini menunjukan bahwa Bukittinggi berada di daerah kota wisata serta bisa mengakses ke berbagai kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

Sementara itu Owner Hotel Santika Suhinto Sadikin menyampaikan resmi beroperasinya hotel berbintang 3 itu tidak terlepas dari dukungan kemudahan untuk berinvestasi di Sumbar yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Buktinya Hotel Santika telah selesai dan siap untuk menyambut tamu. Dan hal ini adalah bentuk dukungan dan kemudahan untuk berinvestasi di Sumbar oleh pemerintah daerah," sebutnya.

Dia menjelaskan Hotel Santika ini dibangun di atas tanah seluas 4.239 meter dengan investasi Rp80 miliar untuk pembangunan gedungnya terdiri dari tujuh lantai dengan satu tower.

"Hotel Santika merupakan hotel yang tidak membolehkan adanya pub dan diskotik, dan hal ini tentunya sejalan dengan visinya Pemko Bukittinggi," sebut Suhinto Sadikin.

Dikatakannya bahwa Hotel Santika Bukittinggi dipersiapkan untuk menyambut tamu yang ingin menjelajah kota wisata terfavorit di Sumbar tersebut. Apalagi di Kota Bukittinggi yang memiliki keindahan yang dapat menjadi daya tarik bagi para pecinta alam, terutama karena lokasinya yang berada di Pegunungan Bukit Barisan.

Untuk menyambut tamu atau wisatawan itu, Hotel Santika Bukittinggi memiliki 130 kamar dengan 7 tipe kamar yakni Superior, Deluxe, Deluxe Balkon, Deluxe Executive, Executive, Suite dan Santika Suite.

"Kita juga punya 6 ruang meeting dan tersedia Santika Ballroom untuk mengakomodir perhelatan berbagai kegiatan," jelas dia. (k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar Hotel Santika
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top