Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Karyawan Positif Covid-19, Hindoli Setop Operasional Pabrik di Sungai Lilin

PT Hindoli, anak usaha Cargill, menutup sementara operasional pabrik pengolahan kelapa sawit di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, lantaran adanya karyawan di pabrik tersebut yang positif Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  12:50 WIB
Pabrik pengolahan kelapa sawit. - Ilustrasi/Bisnis
Pabrik pengolahan kelapa sawit. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Hindoli, anak usaha Cargill, menutup sementara operasional pabrik pengolahan kelapa sawit di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, lantaran adanya karyawan di pabrik tersebut yang positif Covid-19.

Presiden Direktur PT Hindoli, Ong Kee Chau, mengatakan penutupan pabrik tersebut dilakukan pihaknya sebagai tindakan karantina menyeluruh.

“Kegiatan operasional pabrik saat ini ditutup sementara untuk disinfeksi dan sterilisasi, serta karantina,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Chau mengatakan pihaknya berencana memulai operasional pabrik kembali pada 20 Juli 2020.

Diketahui, Cargill telah mengonfirmasi adanya karyawan di Sumsel yang positif Covid-19 pada 6 Juli 2020. Namun demikian, untuk mematuhi peraturan dari Kementerian Kesehatan, perusahaan tidak dapat mengungkapkan informasi terkait karyawan tersebut lebih lanjut.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada karyawan kami yang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat,” katanya.

Menurut Chau, Cargill telah memberlakukan karantina wajib selama 14 untuk karyawan dan kontraktor yang terpapar Covid-19. Hal tersebut berlaku di seluruh lokasi operasional Cargill di Tanah Air. 

Karantina itu, kata dia, juga berlaku diterapkan untuk karyawan dan kontraktor yang mungkin memiliki riwayat kontak dengan karyawan yang terkonfirmasi positif.

Dia menilai pihaknya telah melakukan segala tindakan pencegahan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan.

“Prioritas kami adalah mencegah dan meminimalkan penyebaran virus melalui pendidikan, praktik kebersihan yang baik, pemakaian masker, dan menjaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya,” katanya.

Bahkan, kata Chau, Cargill telah bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk memastikan protokol pencegahan, pengujian, pembersihan, dan karantina yang tepat diikuti.

Dalam menangani pandemi Covid-19, dia melanjutkan, pihaknya telah mengambil tindakan pencegahan tambahan untuk mendukung karyawan dan menjaga keselamatan semua orang di fasilitas produksi.

“Termasuk pengecekan suhu tubuh, pembersihan dan sanitasi, optimalisasi kebijakan pengunjung dan perjalanan, menjaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya, dan memberlakukan fleksibilitas shift kerja agar kegiatan operasional utama tetap berjalan,” kata dia.

Chau memastikan perusahaan akan terus memantau situasi saat ini dan menyelaraskan protokol kesehatan dan keselamatan dengan pedoman dari pemerintah dan otoritas kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel cargill
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top