Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyuasin Bangun Jalan Poros Sepanjang 13 Kilometer

Pemerintah Kabupaten Banyuasin memastikan pembangunan jalan boros baru sepanjang 13 kilometer segera terlaksana untuk mempermudah akses masyarakat di daerah tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  15:31 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Kabupaten Banyuasin memastikan pembangunan jalan boros baru sepanjang 13 kilometer segera terlaksana untuk mempermudah akses masyarakat di daerah tersebut.

Pembangunan jalan poros penghubung Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, menuju Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, dengan menggandeng perusahaan, PT Mitra Aneka Rezeki (MAR), yang tergabung di Forum CSR Banyuasin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin M. Senen Har mengatakan, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut banyak skema pendanaan yang dilakukan tidak hanya mengandalkan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

“Pendanaan dapat juga menggunakan skema pinjaman Bank Sumsel Babel serta dana CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah Banyuasin,” katanya, Selasa (7/7/2020). 

Senen mengatakan, jalan poros tersebut akan memudahkan akses transportasi masyarakat dalam membawa hasil pertanian, perkebunan bahkan hasil tambang.

“Ini jalan alternatif, dan sangat menguntungkan masyarakat karena jarak tempuh lebih pendek,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Askolani mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan jalan ditargetkan mencapai 935,26 kilometer pada tahun 2020.

Kuartal I tahun 2020 ini saja, kata dia, mencapai 56,42 persen atau sepanjang 676,25 kilometer jalan yang dibangun dari target 935,26 kilometer sampai Kuartal IV.

"Saat ini, proses pengerjaan pembangunan jalan terus dilakukan baik tujuh jalan poros maupun jalan yang lainnya, baik yang dibiayai dana APBD, DAK maupun pinjaman, target kita semua jalan bisa dilintasi masyarakat, "katanya.

Bahkan, perusahaan juga dilibatkan untuk membangun jalan yang ada di sekitar wilayah operasinya melalui dana CSR. Begitu juga dengan dana desa dioptimalkan untuk membangun di dalam desa masing-masing.

Dengan jalan mulus, kata Askolani, akan membawa dampak positif baik dari segi perekonomian karena banyak hasil bumi yang bisa dijual dengan biaya transportasi murah, hingga membuka isolasi daerah yang selama ini sulit dijangkau.

“Saya berharap jalan yang telah selesai dibangun dapat dirawat dan dipelihara secara bersama-sama, dengan cara patuh dengan tonase sehingga tidak cepat rusak. Dan nantinya tujuh jalan poros dipasang portal,” paparnya.

Tujuh jalan poros yang dibangun Pemkab Banyuasin tersebut, mencakup jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kecamatan Betung sepanjang 12 Km.  kemudian, jalan poros Muara Padang- Muara Sugihan Kecamatan Muara Padang sepanjang 21 Km. Pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I - Air Saleh Prambahan Jalur 10 sepanjang 10, 910 Km.

Kemudian, Jalan Poros Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh menuju Kecamatan Pulau Rimau sepanjang 18,11 Km. Pengecoran jalan poros Sungai Dua - Prajen Kecamatan Rambutan sepanjang 3,50 Km, pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III sepanjang 10,742 Km dan pengecoran jalan poros Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa sepanjang 3,365 Km.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top