Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waduk Gesek Alami Pendangkalan, Produksi Tirta Kepri Terganggu

Sebelum terjadi pendangkalan, Waduk Gesek memiliki kapasitas air sedalam 3 meter—4 meter, tetapi sekarang hanya 2 meter.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  20:07 WIB
Waduk Gesek di Pulau Bintan, Kepri. - Antara
Waduk Gesek di Pulau Bintan, Kepri. - Antara

Bisnis.com, TANJUNGPINANG — Waduk Gesek di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami pendangkalan sejak beberapa bulan terakhir sehingga mengganggu produksi air bersih PDAM Tirta Kepri.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Kepri Mamat mengatakan bahwa sebelum terjadi pendangkalan, Waduk Gesek memiliki kapasitas air sedalam 3 meter—4 meter, tetapi sekarang hanya 2 meter.

“Sekarang paling dalam hanya 2 meter dan semestinya waduk dapat menyalurkan air 100 liter per detik, tetapi sekarang hanya mampu menyalurkan 60 liter per detik.”

Ketika menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kepri Lis Darmansyah mengatakan bahwa normalisasi waduk yang dibangun pada 2012—2013 itu harus segera dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Sumber air bersih di Waduk Gesek untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus sebagai upaya antisipasi atau pencegahan terjadinya krisis air di Kota Tanjungpinang.

Pembangunan Waduk Gesek untuk meningkatkan pelayanan air bersih yang sebelumnya hanya bersumber dari Sei Pulai, Bintan.

“Selain normalisasi, harus juga dilakukan penjagaan agar tidak sembarangan orang bisa masuk karena waduk ini merupakan objek vital yang memenuhi kebutuhan air bersih orang banyak,” kata Lis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waduk tanjungpinang

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top