Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perantau Nekat Mudik ke Sumsel Harus Isolasi 14 Hari

“Hal itu merupakan syarat untuk semua pemudik dan saya tegaskan harus disiplin dan diawasi. TNI dan Polri juga berperan untuk hal itu,” katanya.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 05 April 2020  |  15:58 WIB
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)

Bisnis.com, PALEMBANG - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru kembali meminta agar warga Sumsel yang ada di perantauan untuk tidak mudik di tengah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19. 

Dia juga menekankan, warga tersebut tetap berada di perantauan selama wabah Covid-19 masih menyerang secara masif di Indonesia demi keamanan bersama.

Bahkan gubernur menegaskan, jika pun nantinya para perantau tetap nekat mudik ke Sumsel, maka para perantau tersebut akan berstatus ODP dan harus menjalani isolasi selama 14 hari.

“Sejak awal ketika ada mahasiswa yang minta diizinkan pulang melalui Ketua DPR kita sudah tanggapi itu. Pada prinsipnya mereka boleh pulang. Tapi syaratnya mereka harus di karantina dulu dan berstatus ODP,” katanya, Minggu (5/4/2020).

Syarat tersebut, lanjutnya, ditujukan untuk semua pemudik tanpa terkecuali. Termasuk juga pemudik lebaran. Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Hal itu merupakan syarat untuk semua pemudik dan saya tegaskan harus disiplin dan diawasi. TNI dan Polri juga berperan untuk hal itu,” katanya.

Diketahui, Sumsel sendiri telah membuat ODP Center atau rumah sehat Covid-19 yang berada di wisma atlet Jakabaring Sport City untuk menampung ODP.

Deru menambahkan pemda tetap menganjurkan tidak mudik demi keamanan dan kenyamanan bersama, apalagi bila dinilai tidak mendesak.

“Jika tetap nekat, maka ingat harus diisolasi 14 hari. Kita sudah siapkan rumah. Rumah sehat di Jakabaring namanya ODP Center,” katanya.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sumsel, gubernur meyakini jumlah tidak melonjak. Pasalnya, jika dilihat dari kasus pertama yang terkonfirmasi merupakan kasus impor atau imported case.

Sementara kasus positif lain dari lingkungan keluarga itu sendiri yang salah satu anggota keluarganya pernah berpergian ke daerah terpapar seperti kasus di Prabumulih. 

“Untuk itulah, kita minta agar perantau tidak mudik dulu agar jika mereka mungkin terpapar Covid-19, tidak menularkan ke keluarganya yang ada di Sumsel ini,” katanya.

Sebelumnya, HD juga telah menginstruksikan kepada semua pihak untuk memperketat pintu masuk ke sumsel, termasuk jalur-jalur tikus baik di darat maupun air.

Bahkan beberpa hari lalu, sedikitnya 72 pemudik yang tiba di Palembang melalui Bandara SMB II Palembang diboyong terlebih dulu ke ODP Center guna dilakukan pemeriksaan dan isolasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top