Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Penurunan Ekspor Sumut Masih Terjadi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi mengatakan neraca perdagangan luar negeri Sumut memang mengalami tren penurunan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 27 September 2019  |  16:11 WIB
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MEDAN--Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi mengatakan neraca perdagangan luar negeri Sumut memang mengalami tren penurunan.

Realisasi ekspor sumut periode Januari- Juli 2019 untuk volume tercatat sebesar 5,41 juta ton, dari golongan barang masih didominasi kelapa sawit dam karet.

Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara mencatat pada periode Januari- Juni 2019, penurunan ekspor terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, yakni turun sebesar 18,93% dengan nilai US$87,34 juta.

Karet dan barang dari karet juga mengalami penurunan sebesar 12,16% dengan nilai US$70,66 juta.

“Produk ekspor Sumut sebagian besar masih berupa bahan baku dan bahan setengah jadi, sehingga perolehan devisa masih belum maksimal,” katanya dikutip Jumat (27/9/2019).

Selain itu, lanjutnya produk ekspor Suut sebagian besar menggunakan jasa pihak ketiga atau trader sehingga margin keuntungan perusahaan eksporti belum maksimal. Lebih lanjut, belum adanya lembaga yang menangani secara khusus tentang kemasan, pendampingan UMKM dalam rangka penerobosan pasar ekspor secara komprehensif..

Sementara untuk masalah infrastruktur, lanjutnya, masih terjadi defisit suplai energi dan gas sehingga mengganggu produksi pelaku usaha. Selain itu juga, masih terbatasnya jumlah kapal pengangkut domestik.

Guna meningkatkan hasil ekspor tersebut, pihaknya akan mendorong hilirisasi produk perkebunan. Menurutnya, hilirisasi produk perkebunan harus mempu menyeimbangkan keberadaan pengusaha lokal dengan pengusaha asing.

Selain itu, lanjutnya sinergi dengan LPEI diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha atau eksportir di Sumut, dalam hal pembiayaan. Harapannya, hal tersebut dapat membentuk eksportir-eksportir baru, khususnya di Sumut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai ekspor sumut sumut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top