Sumut Ekspor Kelapa ke Thailand

Setelah Cina, Pakistan, Malaysia dan Uni Emirat Arab, kini Sumatra Utara (Sumut) mulai mengekspor kelapa ke Thailand.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 09 September 2019  |  18:00 WIB
Sumut Ekspor Kelapa ke Thailand
Ilustrasi - Antara/Irwansyah Putra

Bisnis.com, MEDAN – Setelah Cina, Pakistan, Malaysia dan Uni Emirat Arab, kini Sumatra Utara (Sumut) mulai mengekspor kelapa ke Thailand.

Kelapa, merupakan tanaman perkebunan yang sebagian besar adalah perkebunan rakyat. Kelapa memiliki nilai ekonomis, sosial, budaya dan peran strategis dalam peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan melepas ekspor 55 ton kelapa bulat tujuan Thailand. Ekspor kelapa bulat dengan nilai Rp154 juta ini merupakan yang pertama kalinya.

“Kami memberikan apresiasi kepada para eksportir yang terus melakukan perluasan pasar ekspor. Kami selaku fasilitator, siap mengawal persyaratan teknisnya ke tiap negara tujuan ekspor ,” ujar Hasrul, Kepala Karantina Pertanian Belawan dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis.com, Senin (9/9/2019).

Menurut Hasrul, fasilitasi tindakan karantina yang diberikan untuk kelapa bulat asal Sumut ini memastikan bahwa produk bebas serangga hidup, dan memenuhi seluruh persyaratan Sanitary and Phytosanitary lainnya yang ditetapkan oleh negara Thailand.

“Setelah pemeriksaan fisik dan uji laboratorium dilanjutkan dengan tindakan fumigasi yaitu pengasapan dengan menggunakan gas fumigan untuk menghilangkan/mematikan serangga,” ujar Nurdin Kepala Bidang Tumbuhan Karantina Pertanian Belawan.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian terkait dengan mendongkrak ekspor pertanian, Barantan menggagas program Agro Gemilang. Di Belawan, program yang digalakkan adalah memberikan bimbingan teknis bagi para pengusaha muda yang baru memasuki usaha ini.

Hal ini tentunya akan berdampak pada keberterimaan produk dinegara mitra dagang. "Kita terus menekan angka penolakan terhadap produk pertanian kita. Kami selaku otoritas karantina menjadi penjamin kesehatan dan keamanan. Jangan sampai merugikan pelaku usaha yang mengekspor,” jelas Hasrul.

Selain daging kelapa dan airnya yang penuh manfaat, lidi dan serabut kelapa juga dapat dimanfaatkan. “Saya optimis, masih banyak negara-negara lainnya yang berpotensi melirik kelapa asal Sumut maupun produk olahannya," tandas Hasrul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kelapa, sumut

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top