Batam Manfaatkan Videotron Kendalikan Harga Bahan Pokok

Pemerintah Kota (Pemkot) Batam meluncurkan Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Grand Niaga Mas Batam Centre.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 22 September 2019  |  14:22 WIB
Batam Manfaatkan Videotron Kendalikan Harga Bahan Pokok
Peluncuran Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Grand Niaga Mas Batam Centre. Pasar ini akan menjadi acuan bagi pasar-pasar lainnya dalam penerapan harga jual bahan pokok. - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM — Pemerintah Kota (Pemkot) Batam meluncurkan Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Grand Niaga Mas Batam Centre. Pasar ini akan menjadi acuan bagi pasar-pasar lainnya dalam penerapan harga jual bahan pokok.

“Pasar TPID ini dibentuk untuk kontrol harga. Agar harga sembako terkontrol, sehingga terjangkau masyarakat. Nanti Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) yang awasi,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Minggu (22/9).

Ia menjelaskan pedagang di pasar ini adalah distributor langsung, dan diberikan gratis tanpa sewa selama dua tahun. Hanya membayar tagihan listrik dan air untuk lapak masing-masing. Karena itu pihakknya berharap dengan adanya pasar TPID di Kota Batam paling tidak bisa menekan harga.

Pada kesempatan tersebut Pemkot Batam juga memberikan apresiasi kepada asosiasi distributor bahan pokok yang telah bersedia menjual dengan harga dasar. Kalaupun ada keuntungan, menurut dia tidak terlalu besar. Pihaknya berharap hadirnya pasar TPID bisa membantu masyarakat Batam.

“Bapak-bapak (distributo) sudah membantu Pemkor Batam, ikut menyelesaikan masalah 300 ribu saudara kita yang ada di ekonomi bawah. Tugas kita bersama untuk menjaga supaya Batam terkendali aman damai,” ujarnya.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisha mengapresiasi dibentuknya Pasar TPID tersebut. Menurutnya ini merupakan contoh inovasi daerah dalam hal pelayanan publik.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi sehingga muncul inovasi baru dari sektor perdagangan yaitu pasar TPID," katanya.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi pengendali tingkat inflasi di Kota Batam. Dan diharapkan mampu menjadi trigger dari sektor lainnya. Minimal satu tahun berjalan dapat diikutsertakan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau mengatakan pengendalian harga di Pasar TPID ini dilakukan dengan videotron. Selain itu harga jual juga ditulis di papan tiap lapak dagangan.

“Pasar lain harus lihat harga di sini. Tak boleh naikkan jauh dari sini. Ini yang jadi kontrolnya. Di tempat yang jualan juga kita tulis harga-harganya. Sehingga semua komoditas terpantau,” kata Gustian.

Pasar TPID Kota Batam juga akan menjadi contoh penerapan videotron sebagai media informasi seputar harga kebutuhan pokok.

"Kenapa pakai videotron? Supaya terlihat, baik oleh penjual maupun pembeli. Kalau pakai layar kecil tidak terlihat. Kalau pakai tulis tangan, nanti ada tangan jahil yang menghapus," katanya.

Penggunaan videotron ini menurutnya tidak akan membuat harga kebutuhan pokok di pasar tersebut menjadi mahal. Karena operasional layar digital berukuran besar ini tidak dibebankan ke pedagang.

"Nanti di videotronnya bisa pasang iklan. 90 persen untuk informasi harga. 10 persen iklan. Jadi biaya operasionalnya bisa dari iklan itu," tuturnya.(K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top