Batam Jadi Satu-Satunya Kota yang Buka Seleksi Magang ke Jepang

Kota Batam menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat mandat dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan proses seleksi program magang ke Jepang.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  15:20 WIB
Batam Jadi Satu-Satunya Kota yang Buka Seleksi Magang ke Jepang
Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti dalam acara pembukaan kegiatan pra seleksi magang ke Jepang yang diadakan Pemkot Batam di lantai 4 Kantor Pemkot Batam. - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com,  BATAM-Kota Batam menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat mandat dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan proses seleksi program magang ke Jepang.

Mandat khusus tersebut, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Rudi Sakyakirti, tertuang dalam surat resmi yang diterima Disnaker Batam.

Rudi mengaku tidak mengetahui secara pasti apa pertimbangan Kemnaker memberikan kekhususan pada Batam untuk program seleksi magang ke Jepang ini.

Hanya saja, sebelum itu dirinya memang sempat berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Ditjen Binalattas) Kemnaker perihal program magang ini.

"Saya tidak tahu juga alasan kita dipercaya, kita bincang-bincang sebelumnya. Ok saya berikan Batam khusus (program seleksi magang ke Jepang). Ada suratnya dari kementerian," kata Rudi ketika ditemui di lantai empat gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Batam pada Senin (26/8).

Sejatinya, kata Rudi lagi, program magang ini dipercayakan kepada pemerintah di tingkat provinsi. Dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) juga telah melakukan proses seleksi untuk tahun 2019 ini.

Di mana didapat 12 calon peserta magang yang akan dikirim untuk menjalani pelatihan di Jakarta, sebelum mereka berangkat ke Jepang.

Untuk Kota Batam sendiri, saat ini Disnaker Kota Batam telah menjaring sebanyak 180 calon peserta magang yang akan menjalani seleksi di Batam pada 2 September 2019 mendatang.

Pada prosesnya Pemkot Batam membuat agenda tambahan berupa pelatihan pra seleksi program magang kepada ke-180 peserta yang dilakukan mulai Senin (26/8).

Pelatihan yang dibuat meliputi tempaan fisik yang prosesnya bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri. Ada juga tempaan materi untuk mata pelajaran Matematika.

"Yang berat itu tes fisik dan matematika, makanya kita bantu dengan pelatihan sebelum mereka mengikuti seleksi," kata Rudi.

Terkait dengan persyaratan untuk ikut seleksi magang ini, Rudi mengaku memang cukup sulit untuk para peserta. Hal itu lebih karena standar tenaga kerja di Jepang yang memang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia.

Meskipun demikian, Rudi berharap para peserta dari Batam bisa lulus dan menimba ilmu dan berkontribusi untuk Kota Batam di masa mendatang.

"Kalau ada 30 orang saja yang lulus saya sudah senang sekali, kita memang harapkan bisa lulus semua," kata Rudi lagi.

Wali kota Batam, Muhammad Rudi dalam arahannya kepada para peserta pra seleksi magang ke Jepang ini, mengharapkan mereka yang nantinya lulus bisa mencontoh bagaimana mentalitas pekerja yang ada di negeri matahari terbit yang menjadi tempat mereka belajar selama tiga tahun lamanya.

Dengan begitu, wakil Indonesia ini akan bisa membawa semangat dan etos kerja yang dimiliki pekerja di Jepang untuk ditularkan kepada pekerja di Indonesia.

Rudi juga mengingatkan agar mereka bisa memanfaatkan momentum ini untuk bisa membawa perubahan, perubahan untuk dirinya secara individu, maupun lingkungan di sekitarnya.

"Investasi yang masuk ke Batam, investornya lebih suka menarik tenaga kerja dari negara mereka, karena etos kerja yang sudah diketahui jadi bisa disesuaikan dengan target mereka. Itu yang harus kita rubah. Etos kerja kita itu baru 20 persen, di Jepang dan Korea sudah 100 persen," kata Rudi.

Senada dengan Wali Kota Batam, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafki Rasyid, mengaku langkah Pemkot Batam melalui Disnaker Kota Batam layak mendapat apresiasi dan dukungan dari semua pihak.

Menjadikan Batam sebagai satu-satunya kota yang bisa mengadakan seleksi magang ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah untuk menghadirkan sumber daya manusia yang semakin baik.

"Inilah yang akan membawa perubahan untuk Batam. Ketika mereka (pemagang) selesai, mereka akan diberikan fasilitas untuk memberikan kontribusi bagi dunia usaha di Batam. Kita berharap ini terus berlanjut," kata Rafki

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, magang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top