SKK Migas Akan Bangun Migas Centre di Batam

Migas Centre ini akan menjadi pusat informasi terkait industri hulu migas untuk masyarakat, utamanya para mahasiswa yang memiliki ketertarikan di bidang ini.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  17:18 WIB
SKK Migas Akan Bangun Migas Centre di Batam
Kepala Perkwakilan SKK Migas wilayah Sumatra bagian utara, Avicenia Darwis (kiri) dalam kunjungannya ke Batam pada Kamis (22/8/2019). - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan Kontaktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan membangun Migas Centre di berbagai daerah di wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), termasuk salah satunya di Kota Batam.

Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Sumatra bagian utara, Avicenia Darwis, menjelaskan Migas Centre ini akan menjadi pusat informasi terkait industri hulu migas untuk masyarakat, utamanya para mahasiswa yang memiliki ketertarikan di bidang ini.

Migas Centre ini akan dibuka pada 15 Oktober 2019 mendatang di Universitas Andalas Padang. Baru dua minggu setelahnya Migas Centre di Batam, tepatnya di Universitas Putera Batam (UPB) akan diresmikan, dan dilanjutkan di daerah lainnya di wilayah Sumbagut.

"Nantinya para pelajar akan lebih mudah untuk mengakses informasi seputar industri migas, dimana kita sertakan di migas centre itu beragam literatur tentang migas," kata Avicenia ketika ditemui di sela-sela acara forum diskusi tentang kontribusi sektor hulu Migas di Batam, Kamis (22/8/2019).

Sarana migas centre ini juga nantinya diharapkan bisa menjangkau pelajar dan masyarakat di wilayah lain yang ditargetkan. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab SKK Migas untuk mendukung hadirnya peningkatan di berbagai bidang.

"Kami terus melakukan diskusi dengan 31 KKKS di Sumbagut dalam membuat program-program yang bisa dirasakan masyarakat," kata Avicenia lagi.

Dia menambahkan jajarannya sudah menyiapkan program pariwisata di wilayah Langkat, Sumatera Utara. Dimana di lokasi tersebut akan dijadikan wisata Mangrove yang dikombinasikan dengan pengembangan kawasan hutan untuk tempat tinggal gajah. Kawasan ini diyakini akan menghadirkan gerak ekonomi bagi masyarakat di kawasan tersebut.

"Bersama Pemda (Pemerintah Daerah) kami akan jadikan langkat daerah wisata baru, wisata alam yang dipadukan dengan hadirnya gajah di wilayah tersebut," tutur Avicenia lagi. (K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skk migas

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top