Asita Kritisi Data Wisatawan ke Sumbar Saat Libur Lebaran

Asita Sumatra Barat mengkritisi jumlah kunjungan wisatawan yang dirilis pemerintah daerah setempat mencapai 2,1 juta orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  18:37 WIB
Asita Kritisi Data Wisatawan ke Sumbar Saat Libur Lebaran
Jam Gadang di Bukittinggi, salah satu destinasi wisata di Sumatra Barat. - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG – Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (Asita) Sumatra Barat mengkritisi jumlah kunjungan wisatawan yang dirilis pemerintah daerah setempat mencapai 2,1 juta orang.

Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah mengatakan yang dimaksud oleh Pemprov Sumbar itu kemungkinan besar adalah data kunjungan masyarakat ke destinasi wisata saat libur Lebaran 2019, bukan jumlah wisatawan.

"Kita harus bedakan antara wisatawan dengan masyarakat yang mengunjungi destinasi wisata. Wisatawan itu adalah seseorang atau kelompok orang yang melakukan suatu perjalanan wisata, dan menetap di daerah atau negara itu sekurang-kurangnya 24 jam," ungkapnya.

Sementara orang yang datang ke destinasi pada pagi hari kemudian kembali pulang pada sore harinya tidak bisa dimasukkan dalam kategori wisatawan, hanya pengunjung.

Kecenderungan pengunjung, terlebih bila merupakan perantau yang sekali-sekali pulang kampung, akan mengunjungi banyak destinasi dalam satu kali perjalanan.

Misalnya yang berasal dari Padang, akan mengunjungi Pantai Padang, sejumlah pantai di Pariaman dan mungkin juga Danau Maninjau di Agam kemudian malamnya kembali ke Padang. Besoknya, mengunjungi Lembah Anai, Padangpanjang dan Bukittinggi, lalu besoknya lagi mengunjungi Tanah Datar dan Harau.

"Logikanya mereka akan tercatat setidaknya pada delapan destinasi. Artinya satu orang bisa saja tercatat sebagai delapan orang, tentu jadi tidak valid sebagai data kunjungan wisatawan," ujarnya.

Data yang lebih valid sesuai dengan devinisi wisatawan adalah berdasarkan tingkat hunian hotel dan penginapan selama libur Lebaran 2019.

Meski demikian, Ian menyebut angka itu tidak perlu menjadi bahan perdebatan. Yang paling penting adalah apakah kunjungan wisatawan itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah destinasi.

"Kalau belum, apa yang bisa dilakukan ke depan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta agar pariwisata benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit merilis jumlah wisatawan yang datang ke daerah itu pada libur Lebaran 2019 mencapai 2,1 juta orang dan perputaran uang selama 5 hari libur mencapai Rp214 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, sumbar

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top