Satu Perusahaan Energi asal Sumsel Siap Go Public

Bursa Efek Indonesia Perwakilan Palembang mengabarkan bakal ada satu perusahaan energi asal Sumatra Selatan yang bersiap melantai di bursa pada Agustus 2019.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  17:34 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Bursa Efek Indonesia Perwakilan Palembang mengabarkan bakal ada satu perusahaan energi asal Sumatra Selatan yang bersiap melantai di bursa pada Agustus 2019.
 
Kepala Perwakilan BEI Palembang, Hari Mulyono, mengatakan perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan lokal pertama dari Bumi Sriwijaya yang go public.
 
“Ini bakal jadi pertama di Sumsel, perusahaan ini adalah perusahaan keluarga yang bergerak di bidang energi. Selama ini perusahaan yang mau go public di Sumatra banyak yang dari Sumatra Utara, saatnya sekarang dari Sumsel,” katanya saat workshop media, Kamis (28/3/2019).
 
Namun demikian, Hari masih enggan menyebutkan nama perusahaan yang tengah menyiapkan diri menjadi perusahaan terbuka itu.
 
“Nanti tunggu saatnya, sekarang mereka lagi daftar untuk Tbk ketika siap pasti kami ekspose ke media,” ujarnya.
 
Dia mengatakan perusahaan tersebut seharusnya go public pada kuartal I tahun ini namun karena persiapan internal yang cukup alot target diundur menjadi pada kuartal III/2019.
 
Hari mengatakan perusahan itu berniat go public seiring kebutuhan terhadap dana segar dalam jumlah besar untuk menyokong ekspansi bisnis perusahaan di bidang energi terbarukan.
 
Selain itu, kata dia, perusahaan berambisi menjadi leader di sektor bisnis yang masih digeluti oleh generasi pertama keluarga taipan lokal Sumsel itu.
 
Hari mengemukakan perusahaan terbuka yang beroperasi di Sumsel baru tiga, yakni dua perusahaan BUMN, PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, serta satu perusahaan swasta, yakni PT Sampoerna Agro Tbk.
 
Sebetulnya, kata Hari, IDX Palembang telah menggelar workshop go public yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan lokal di daerah itu.
 
“Seperti tahun lalu, kami menggandeng HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) untuk workshop tersebut ada sekitar 48 peserta,” ujarnya.
 
Menurut dia, anggapan perusahaan lokal terhadap aksi go public adalah tentang kontrol terhadap perusahaan manakala saham yang dimiliki sebagaian pindah ke masyarakat atau investor umum.
 
Belum lagi, kata dia, perusahaan tersebut harus meneguhkan niat untuk melantai di Bursa. Di samping proses persiapan internal yang membutuhkan waktu relatif lama.
 
“Bukan proses di BEI yang lama tetapi di internal perusahaan, apalagi mereka harus merapikan laporan keuangan dan harus clean and clear, perpajakannya jelas, modalnya jelas, harus menyelesaikan silang kepemilikan  terkait modal, dan lain-lain,” katanya.
 
Namun demikian, kata dia, perusahaan yang sudah terbuka dipastikan akan lebih solid karena pengawasan tak lagi di tangan pemilik modal melainkan juga investor public.     

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, go public

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top