Ekspor Kopi Sumsel Diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Api-Api

Pemprov Sumatra Selatan mengarahkan ekspor komoditas kopi ke Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api atau TAA yang baru diresmikan karena dinilai dapat mempermudah arus distribusi ke negara tujuan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  16:45 WIB
Ekspor Kopi Sumsel Diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Api-Api
Biji kopi - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan mengarahkan ekspor komoditas kopi ke Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api atau TAA yang baru diresmikan karena dinilai dapat mempermudah arus distribusi ke negara tujuan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan produksi kopi asal Sumsel sebagian telah diekspor melalui Pelabuhan Boom Baru di Kota Palembang, namun demikian lebih banyak melalui pelabuhan tetangga di Provinsi Lampung.

“Pelabuhan yang sekarang ini [Boom Baru] sudah padat sekali, untuk mobil muter saja susah. Ekspor kopi nantinya bisa dari TAA,” katanya di sela acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian ke Empat Negara, Jumat (15/3/2019).

Menurut gubernur, pemerintah baik pusat maupun di daerah harus bersinergi untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian.

Oleh karena itu, pemprov berupaya untuk membuat terobosan demi mendongkrak ekspor, salah satunya menambah pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar komoditas.

Upaya tersebut, dia menambahkan, juga sebagai bentuk perhatian kepada petani di Sumsel bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan Sumsel merupakan penghasil kopi terluas di Tanah Air.

Berdasarkan catatan pihaknya, luas areal kopi Sumsel mencapai 250.397 hektare dengan produksi mencapai 184.166 ton biji kering.

“Untuk dapat menembus pasar mancanegara tidaklah mudah, karena komoditas pertanian harus memenuhi standar yang dipersyaratkan, dengan kualitas dan keamanan pangan produk yang sangat ketat,” katanya.

 Dia memaparkan ekspor Sumsel sepanjang 2018 sebanyak 2.194 ton dengan nilai mencapai Rp39, 50 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, tanjung api-api

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top