Serikat pekerja Pertamina Plaju Diminta Kritis

Kepengurusan Serikat Pekerja Pertamina (SPP) Refinery Unit (RU) III Plaju periode 2018-2021 dituntut tajam dalam menganalisa setiap persoalan yang terjadi di perusahaan pelat merah itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  13:28 WIB
Serikat pekerja Pertamina Plaju Diminta Kritis
PT Pertamina RU III Plaju, Palembang, Sumatra Selatan - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG --Kepengurusan Serikat Pekerja Pertamina (SPP) Refinery Unit (RU) III Plaju periode 2018-2021 dituntut tajam dalam menganalisa setiap persoalan yang terjadi di perusahaan pelat merah itu.


Hal tersebut dikatakan Ketua SPP RU III Plaju, Muhammad Yunus, disela- sela Pembekalan pengurus SPP RU III-FSPPB periode 2018-2021 di Hotel Novotel Palembang, Rabu (20/2/2019).

Yunus mengatakan dirinya berharap, kepengurusan yang baru bisa lebih kritis menghadapi permasalahan yang terjadi khususnya di RU III dan Pertamina.

Salah satunya terkait tuduhan pemerintah, soal harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dan dimonopoli selama ini tidak dikoreksi.

Dia mengemukakan SPP, kembali "mengancam" pemerintah, jika aksi mereka terkait tuduhan pemerintah, soal harga avtur yang dijual Pertamina.

Pihaknya sangat menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi terkait penyebab tingginya harga tiket pesawat domestik di Indonesia, dikarenakan harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dan dimonopoli.

Padahal dikatakannya, Pertamina saat ini telah memberikan harga yang kompetitif berdasarkan perhitungan biaya pasokan, dollar dan komponen biaya lainnya. Perhitungan harga sudah cukup kompetitif bukan terlalu mahal harga avtur yang dijual pertamina termurah ketiga di dunia.

Formula perhitungan harga jual avtur tidak hanya tentang naik turunnya dollar, namun juga komponen lain. Seperti biaya pasokan ke kawasan bandar udara yang harganya bervariasi tiap wilayah.


"Harga tiket pesawat naik bahkan di Desember sedang mahal-mahalnya, sementara harga avtur turun sejak Oktober 2018. Bahkan diharga terendah berada di Desember, jadi kalau avtur dibilang komponen besar kenaikan harga tiket pesawat harus dikoreksi," ujarnya.

Yunus menambahkan, pihaknya bersama federasi serikat pekerja Pertamina di Indonesia, telah melakukan unjuk aksi ke istana negara guna menyikapi pernyataan Jokowi, agar direvisi kembali.


"Kami menduga, disini ada pihak- pihak tertentu, yang ingin menyudutkan dan mengkerdilkan PT Pertamina soal harga Avtur. Sebenarnya bukan avtur penyebabnya dan selama ini harga kompetitif dan 3 termurah dipasar dunia," ujarnya.


Sementara itu Sekjen SPP RU II Plaju Herman Sudrajat mengatakan pihaknya di bawah komando serikat pekerja Pertamina, akan tetap terus mengawal dan konsolidasi dengan federasi.

Jika tahapan- tahapan belum ada action atau tindak lanjut pemerintah, pihaknya akan mendorong presiden federasi melakukan langkah- langkah, melakukan aksi yang lebih besar, jika aksi sebelumnya tidak ditanggapi serius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, serikat pekerja

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top