Musi IV Terhambat Pembebasan Lahan

Pembangunan Jembatan Musi IV hingga kini sudah menunjukkan progress pengerjaan 64,66%.
Dinda Wulandari | 13 Desember 2017 17:28 WIB
Sungai Musi di Kota Palembang, Sumatra Selatan. - Antara Foto

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pembangunan Jembatan Musi IV hingga kini sudah menunjukkan progress pengerjaan 64,66%.

Meski demkian, ada beberapa kendala yang menghambat percepatan perampungan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp577 miliar tersebut yakni masalah pembebasan lahan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi IV, Suwarno mengatakan, permasalahan lahan memang menjadi problem utama pihaknya.

Pembebasan lahan terkena dampak pembangunan di akses dari jalan KH Azhari sampai Ahmad Yani dengan luasa sekitar 2,6 hektare progresnya baru sekitar 0,14%.

Padahal, jika berdasarkan target pengerjaan, hingga Desember harusnya pengerjaan jalan akses sepanjang 878,9 meter tersebut telah mencapai 25%.

“Pembebasan lahan memang masih alot belum ketemu kata sepakat. Masalah lahan ini merupakan tugas atau kewenangan dari pemerintah daerah,” katanya, baru-baru ini.

Meski ada masalah tersebut, kata dia, sejauh ini pembangunan Jembatan Musi IV masih sesuai dengan target awal. Hingga saat ini realisasi pengerjaanya sudah mencapai 64,66%.

Dia menjelaskan, ada tujuh poin dalam pengerjaan Musi IV dan terus dikebut pekerjaannya, yakni mobilisasi dan finishing (40,67%), jalan akses dari Azhari sampai Ahmad Yani sepanjang 878,9 meter (0,14%), ramp on (oprit sisi ulu) panjang 54,5 meter (40,98%), approach span (jembatan pendekat) sisi ulu, panjang 298,5 meter (99,73%).

Kemudian, main span (jembatan utama) sepanjang 313,7 meter (63,52%), approach span (jembatan pendekat) sisi ilir sepanjang 291,5 meter (72,94%, dan ramp off (oprit sisi ilir) sepanjang 170,9 meter (65,79%).

"Sehingga total panjang jembatan mencapai 2.003 meter dengan lebar 12 meter," katanya.

Dia menjelaskan, perbedaan Jembatan Musi IV ini dengan Musi VI ada pada fisik jembatan, di mana jika Musi VI dibangun dengan sebagian besar rangka baja maka Musi IV ini dibangun dengan konsep campuran antara cabel sty dan box girder atau biasa disebut konsep Extrados.

"Konsep jembatan seperti ini baru pertama kali diterapkan di Indonesia" katanya.

Pengerjaan Jembatan Musi IV sejatinya berjalan sesuai rencana dan tidak tertinggal dari jembatan Musi VI. Perbedaan diantara kedua jembatan tersebut hanya pada kontrak kerjanya.

Pembangunan Jembatan Musi IV tercantum secara keseluruhan dalam satu kontrak baik jembatan utama hingga ke akses jalan penghubung, sementara untuk Jembatan Musi VI kontraknya terpisah.

"Sementara secara biaya memang pengerjaan Jembatan Musi IV sedikit lebih mahal, hanya saja untuk biaya perawatannya akan lebih murah,” katanya.

Oleh karena itu, jika Desember ini masalah lahan selesai maka pihaknha optimistis sebelum Asian Games pengerjaan jembatan akan rampung.

Dia menambahkan, Jembatan Musi IV ini juga menerapkan system keamanan Structural Health Monitoring System (SHMS), atau sensor yang berfungsi untuk mendeteksi beban dan kerusakan jembatan.

Alat sensor tersebut rencananya akan ditempatkan sebanyak 22 titik sesetiap sudut jembatan.

"Alatnya didatangkan dari Jerman dan Jepang. Di Indoensia baru Jembatan Musi IV yang menerapkan sistem ini," katanya.

Tag : Sky House BSD
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top