Wisata Danau Toba : Pemda Harus Kerja Sama Tingkatkan Pendidikan Vokasi

Oleh: Ropesta Sitorus 25 Juli 2018 | 19:52 WIB
Wisata Danau Toba : Pemda Harus Kerja Sama Tingkatkan Pendidikan Vokasi
Danau Toba/Antara-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah daerah didorong berkoordinasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta transportasi terkait pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.

Pendidikan vokasi pariwisata bagi masyarakat setempat di sekitar Danau Toba perlu terus ditingkatkan sebab untuk membuat wisatawan merasa nyaman dan aman diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang terampil.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Eko Subowo pada acara Coffee Morning bertajuk “Pengembangan Transportasi di Kawasan Danau Toba”, Rabu (25/7/2018) di D’Heritage Grand Aston City Hall Medan.

“Untuk meningkatkan destinasi wisata, kita harus meningkatkan keterampilan masyarakat setempat, karena itu perlunya koordinasi pemerintah setempat menjadikan masyarakatnya lebih trampil ke depannya. Pendidikan vokasi yang ada harus diperluas aksesnya, diberikan kesempatan yang besar kepada seluruh warga negara untuk mendapatkan akses keterampilan melalui pendidikan vokasi, khususnya di masyarakat sekitar Danau Toba,” ujar Eko seperti dikutip dari keterangan resmi.

Selain itu, menurut Eko, layanan transportasi juga perlu dibenahi. Saat ini pemerintah sedang mengebut pengerjaan kapal  feri Ro-Ro, yang nantinya akan mengarungi perairan Danau Toba dan diberi nama Ihan Batak.

Eko juga berharap, seluruh pemerintah daerah yang berada di kawasan Danau Toba terus meningkatkan kerja sama dalam upaya membangun destinasi wisata Danau Toba. Mulai dari peningkatan tenaga terampil, lokasi wisata hingga transportasi darat maupun air.

Bupati Toba Samosir Darwin Siagian menyampaikan saat ini transportasi darat sudah mulai rampung. Begitu juga pembenahan transportasi air. Untuk kapal feri Ihan Batak, ukurannya lebih besar dari feri yang sudah terlebih dahulu ada, seperti KM Sumut I dan II.

“Ihan Batak mampu mengangkut 32 mobil dan 280 orang. Sebelum Natal, kira-kira Oktober, kapal Ihan Batak ditargetkan sudah selesai pengerjaannya dan direncanakan akan beroperasi,” ungkapnya.

Keberadaan feri tersebut, diharapkan bisa menjadi transportasi air yang nyaman ke pulau Samosir. “Diharapkan transportasi air kedepan akan lebih diawasi untuk mencegah terjadinya tragedi kapal tenggelam di Danau Toba lagi,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya