Pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Tahap I Terhambat Pembebasan Lahan

Oleh: Heri Faisal 18 Juli 2018 | 12:03 WIB
Pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Tahap I Terhambat Pembebasan Lahan
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) di sela-sela peresmian pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, di Jalan Bypass Kilometer 0, Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/2/2018)./Setkab-Anggun

Bisnis.com, PADANG — Rencana pembangunan jalan tol Padang–Pekanbaru tahap I tertunda, karena proses pembebasan lahan di ruas Padang–Sicincin yang belum tuntas.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit menyebutkan masih ada lahan yang belum tuntas pembebasannya di ruas tahap I Padang – Sicincin, sehingga pembangunan tol tersebut menjadi tertunda. “Dalam prosesnya masih ada hambatan karena ketidakcocokan harga, jadinya pembangunan tol tertunda untuk sementara,” katanya, Selasa (17/7/2018).

Dia menyebutkan tim dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) juga sudah turun ke lapangan untuk duduk bersama masyarakat guna memastikan patokan harga ganti rugi lahan tersebut, sehingga ada titik temu.

Sebelumnya, pemerintah sudah mematok harga ganti rugi di kisaran Rp32.000 hingga Rp286.000 per meter untuk ganti rugi lahan di daerah itu. Namun, imbuhnya, karena salah paham banyak masyarakat yang menolak.

“Kami lakukan persuasif dan duduk bersama masyarakat untuk menuntaskan pembebasan lahan ini. Harapan kami semua pihak ikut bersama-sama mendorong agar pembangunan tol bisa kembali dilanjutkan,” ujarnya.

Nasrul menargetkan proses pembebasan lahan sekitar 4,5 kilometer yang masih menjadi persoalan tersebut bisa dituntaskan dalam bulan ini. Adapun, jalan tol Padang – Pekanbaru dibangun sepanjang 245,8 kilometer yang akan dibagi dalam tiga tahap. Untuk tahap I dibangun dari Padang – Sicincin sepanjang 28 kilometer yang ditargetkan rampung pada 2019 mendatang.

Selanjutnya tahap II menghubungkan Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 38 kilometer, dan tahap III Sicincin, Sumatra Barat menuju Bangkinang, Riau sepanjang 189 kilometer yang ditargetkan tuntas pada 2023.

Presiden Joko Widodo saat melakukan ground breaking tol itu Februari lalu, mengatakan jalan bebas hambatan itu akan memperpendek jarak tempuh Padang – Pekanbaru yang selama ini mencapai 9 jam diperpendek hingga hanya sekitar 3 jam saja. “Nanti Padang – Pekanbaru tidak lagi 9 jam, tapi dengan waktu 3 jam sudah bisa dilalui,” kata Jokowi.

Menurutnya, pembangunan tol Padang – Pekanbaru tidak hanya untuk memudahkan mobilitas barang dan jasa, melainkan dampaknya jauh lebih besar, terutama untuk pengembangan pariwisata Sumbar.

Apalagi, pembangunan jalan tol juga dilengkapi dengan terowongan yang menembus Bukit Barisan. Sekaligus akan menjadi bagian dari wisata infrastruktur, karena diperkirakan akan menjadi terowongan terpanjang di Indonesia. “Dari Padang – Pekanbaru nanti ada terowongan, jadi mungkin akan jadi terowongan terpanjang di Indonesia. Untuk terowongan saja habis Rp9 triliun,” ujarnya.

Totalnya, pembangunan jalan bebas hambatan itu akan menelan anggaran hingga Rp78,09 triliun, termasuk pengeluaran paling besar untuk pembangunan terowongan tersebut.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya