Harga Telur Ayam di Medan Masih Tinggi, Ini Sebabnya

Oleh: Ropesta Sitorus 11 Juli 2018 | 23:55 WIB
Pedagang menata telur yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5)./Antara-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, Medan – Harga telur ayam di Sumatera Utara masih terbilang di atas harga normal akibat beberapa faktor.

Menurut Gunawan Benjamin, Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara, kenaikan harga telur yang terbilang signifikan disebabkan momentum pergantian ayam petelur.

Dia menyebutkan harga telur di Sumut dijual di kisaran Rp24.000 per kilogram, di atas posisi normalnya di kisaran Rp18.000 - Rp20.000 per kilogram. Adapun, kenaikan harga telur di luar pulau Sumatera sempat menyentuh Rp30.000 per kilogram.

“Untuk wilayah SUMUT, kenaikan harga telur ini lebih dikarenakan ada pergantian ayam petelur. Di sejumlah wilayah yang kami pantau, terlihat ada beberapa peternak yang tengah mengganti indukan ayam petelur karena penurunan produktivitas ayam petelur,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu (11/7/2018).

Dia menjelaskan, pada umumnya produktivitas ayam petelur dikatakan normal jika menghasilkan telur 85% hingga 100%. “Nah disaat produktivitasnya menyentuh angka 25%, bahkan sejumlah ayam sudah tidak bertelur atau biasa disebut ayam afkir, maka peternak akan mengganti indukan ayam petelurnya,” tuturnya.

Selain alasan tersebut, lanjut Gunawan, harga telur ayam yang tinggi juga juga dipengaruhi perkembangan harga di wilayah lain.

“Saya khawatir jika harga telur ayam di wilayah lain tak kunjung turun, akan mengerek kenaikan harga telur ayam di Sumut. Hal ini karena distribusi telur ayam yang berpeluang ke luar wilayah Sumut, walaupun saya perkirakan ini tidak akan berlangsung lama,” paparnya.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya