Bisnis.com, PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatra Barat, memperkirakan pemulihan kondisi Pasar Payakumbuh yang terbakar pada Selasa (26/8/2025), membutuhkan biaya dengan total yang ditaksir mencapai Rp8 miliar.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran pada urat nadi perekonomian masyarakat di Payakumbuh itu. Namun, Pemkot telah menghitung dan mendata dampak dari peristiwa tersebut.
"Kami telah mendatanya, dan berharap, dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pusat, relokasi serta pembangunan kembali kios pedagang bisa segera terealisasi," katanya, dikutip dalam keterangan resmi, Sabtu (30/8/2025).
Dia menjelaskan dari data yang telah terhimpun, untuk santunan pedagang yang ada di Pasar Payakumbuh itu butuh lebih dari Rp4 miliar, dan untuk relokasi sekitar Rp4 miliar lagi. Data-data itu sudah dilaporkan dan telah mengajukan bantuan kepada gubernur maupun kementerian terkait.
"Anggaran kami sangat terbatas. Dana BTT (belanja tak terduga) yang tersedia hanya Rp788 juta. Padahal kebutuhan untuk penanganan jauh lebih besar. Makanya sangat berharap ada bantuan dari pusat," jelasnya.
Dia menegaskan Pemkot Payakumbuh akan terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik. Salah satu usulan pedagang adalah penyediaan kanopi atau atap sementara agar mereka bisa tetap berjualan.
Baca Juga
“Untuk memastikan penerimaan sesuai sasaran. Posko juga sudah kami siapkan,” ungkap Elzadaswarman.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Pasar Payakumbuh, mengatakan yang terpenting saat ini adalah kekompakan antara pemerintah daerah, pedagang, dan masyarakat untuk mencari solusi, dari peristiwa tersebut.
“Data pedagang dan pemilik toko yang terdampak harus jelas. Jangan sampai ada yang tumpang tindih, supaya penanganannya tepat,” sebutnya.
Mahyeldi juga mengingatkan agar semua pihak tidak saling menyalahkan. “Kami semua terkena musibah, jadi harus bersama-sama pula menghadapinya. Kuncinya kebersamaan,” tutupnya.