Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sumbar Rancang Strategi Kelola Sampah jadi Pupuk Organik Bernilai Ekspor

Bank Sampah yang menampung sampah-sampah anorganik itu dari rumah-rumah warga, lalu diolah menjadi pupuk organik.
Biomassa dari sampah organik/PLN
Biomassa dari sampah organik/PLN

Bisnis.com, PADANG - Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatra Barat melihat persoalan sampah yang ada di Ranah Minang bisa diatasi melalui sistem pengelolaan yang dapat mendatangkan dampak ekonomi.

Kakanwil DJPb Provinsi Sumbar Syukriah HG mengatakan melihat dari keberhasilan di Jawa Timur, yang melakukan ekspor pupuk organik hasil dari pengolahan sampah, maka di Sumbar juga dinilai bisa melakukan hal yang sama.

"Kami melihat isu lingkungan tentang sampah ini sudah menjadi pembicaraan dunia, dan di Sumbar kami melihat ada baiknya melakukan cara yang telah dimulai di Malang yakni mengolah sampah jadi pupuk organik," katanya, Selasa (26/3/2024).

Menurutnya, mengolah sampah merupakan solusi yang tepat ketimbang dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan akhir sampah. Seperti halnya di Jawa Timur yang telah berhasil melakukan ekspor pupuk organik yang bersumber dari sampah.

Dia menceritakan, dari informasi yang diperoleh bahwa di Jawa Timur itu melakukan pengelolaan sampah dengan sistem memberikan makan cacing yang sengaja dibudidaya. Nantinya kotoran dari cacing-cacing itu, akan diambil dan bisa menjadi pupuk organik.

"Jadi cacing itu makan sebanding dengan berat badannya. Artinya untuk satu ton cacing itu bisa memakan sampah sebanyak satu ton pula. Nah, cara ini kami melihat bisa diterapkan di Sumbar," ujarnya.

Syukriah mengaku bicara soal pemanfaatan atau pengelolaan sampah ini, sebenarnya Sumbar telah memulai dengan adanya budidaya maggot yang juga memakan sampah-sampah organik.

Akan tetapi yang terlihat saat ini, belum memberikan peran atau dampak terhadap pengurangan sampah. Namun untuk maggot itu, baru mampu untuk mengurangi sampah di lingkungan rumah. Padahal, Sumbar butuh gerakan yang bisa mengolah sampah-sampah tersebut dalam jumlah yang besar.

"Kami di DJPb telah cukup sering menyampaikan hal ini pada berbagai pertemuan dengan pemerintah daerah. Kami berharap pemerintah daerah di Sumbar ini bisa melakukan kunjungan ke Malang untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah di daerah itu," sebutnya.

Syukriah melihat bila bicara untuk pengolahan sampah anorganik, kini telah hadir berbagai Bank Sampah yang menampung sampah-sampah anorganik itu dari rumah-rumah warga, dengan kemudian dari sampah atau barang bekas itu diubah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.

Sedangkan ini untuk pengolahan sampah organik butuh adanya sebuah langkah jitu, sehingga penyerapan sampah organik bisa lebih banyak, dan kemudian bisa membuat lingkungan lebih baik.

"Kalau sudah dikelola, dampaknya itu tidak hanya soal lingkungan, tapi hasil dari pengolahan sampah tersebut bisa mendatangkan cuan alias uang," tegasnya.

DJPb berharap kedepannya pemda bisa menangkap peluang tersebut, sehingga persoalan sampah di Sumbar bisa teratasi dan dapat memberikan dampak secara nilai ekonomi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper