Januari 2024, Inflasi Bulanan Sumut 0,40%

Angka inflasi Sumut pada Januari 2024 lebih tinggi dibanding inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,04% (mtm).
Pedagang menata barang dagangannya di salah satu pasar di Jakarta, Senin (18/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata barang dagangannya di salah satu pasar di Jakarta, Senin (18/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MEDAN – Sumatra Utara (Sumut) mengalami inflasi sebesar 0,40% (month-to-month/mtm) pada Januari 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Nurul Hasanudin mengatakan, angka inflasi Sumut pada Januari 2024 lebih tinggi dibanding inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,04% (mtm).

“Kelompok yang dominan menyumbang inflasi di Sumut bulan Januari 2024 terhadap Desember 2023 kemarin masih kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat inflasi kelompok tersebut sebesar 0,83% (mtm), dan andilnya terhadap inflasi Sumut sebesar 0,29% (mtm). Ini perlu menjadi perhatian kita,” kata Hasan, Kamis (1/2/2024).

Hasan merinci 5 (lima) komoditas dominan penyumbang inflasi/ deflasi pada Januari 2024. Antara lain ialah tomat dengan sumbangan inflasinya sebesar 0,16%; bawang merah (0,08%); daging ayam ras (0,07%); ikan dencis (0,05%); lalu beras (0,04%).

Sementara komoditas yang sudah alami penurunan harga atau yang menyumbang deflasi Sumut pada bulan ini dibanding Desember 2023 ialah komoditas cabai yakni cabai merah dan cabai rawit yang masing-masing kontribusinya -0,31% (mtm) dan -0,07% (mtm).

“Penyumbang deflasi lainnya ada pula komoditas bensin dimana jenis Pertamax dan Pertamax Turbo kemarin sempat alami penurunan dengan sumbangan deflasinya sebesar -0,03%; Lalu ada kelapa (-0,02%), serta udang basah (-0,02%),” kata Hasan.

Sedangkan secara tahunan, inflasi Sumut tercatat sebesar 2,16% (yoy).

Hasan menyebut, angka inflasi Sumut pada Januari 2024 ini lebih rendah dibanding inflasi tahunan nasional (2,57%).

“Saya rasa ini capaian yang bagus yang mengindikasikan terkendalinya inflasi kita. Dengan target inflasi tahun 2024 sebesar 2,5%+1% tentu ini awal mula yang baik untuk kita optimis dengan dinamika ekonomi saat ini,” kata Hasan.

Hasan melanjutkan, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau masih jadi penyumbang inflasi tertinggi di Sumut dengan andil sebesar 1,26% (yoy). Tingkat inflasi kelompok ini dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,60% (yoy).

Sementara untuk komoditas dominan penyumbang inflasi tahunan di Sumut, beras menduduki peringkat pertama dengan andil 0,73% (yoy); disusul rokok (sigaret kretek mesin) dengan andil 0,20%; tomat (0,17%); bawang putih (0,14%); dan gula pasir (0,12%).

Hasan merangkum, dari 8 kota yang menjadi indikator mengukur inflasi Sumut pada Januari 2024 ini, Kota Sibolga tercatat mengalami inflasi bulanan tertinggi, yakni 0,89% (mtm).

Sedangkan Medan menduduki peringkat keempat setelah didahului oleh Pematangsiantar (0,88%) dan Gunungsitoli (0,76%) dengan tingkat inflasi Kota Medan sebesar 0,52%. (K68)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper