Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siaga Darurat Gunung Marapi, Diperpanjang hingga 25 Februari 2024

Pemerintah mengimbau kepada masyarakat tetap mematuhi himbauan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi), agar tetap aman.
Sejumlah pelajar hendak pergi ke sekolah saat erupsi Gunung Marapi terjadi dan terlihat di Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Bisnis-Muhammad Noli Hendra
Sejumlah pelajar hendak pergi ke sekolah saat erupsi Gunung Marapi terjadi dan terlihat di Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Bisnis-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, AGAM - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, memutuskan untuk memperpanjang masa Siaga Darurat Gunung Marapi di wilayah itu hingga 25 Februari 2024 mendatang.

Bupati Agam Andri Warman mengatakan perpanjang masa Siaga Darurat ini melihat kondisi kondisi erupsi Gunung Marapi masih dalam status Level III atau Siaga.

"Jadi penetapan perpanjangan Siaga Darurat ini dilakukan saat rapat evaluasi penanganan Erupsi Marapi di wilayah Pemkab Agam bersama pihak terkait lainnya, yang mana waktu itu ada BPBD Agam," katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (26/1/2024).

Dia menjelaskan melihat hasil penetapan Siaga Darurat Gunung Marapi sebelumnya, sejumlah kegiatan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, melakukan evakuasi warga di zona bahaya yakni radius 4,5 km dari puncak Marapi, serta mendirikan posko di sejumlah titik.

Bupati melihat sejauh ini penanganan masa Siaga Darurat dilakukan sangat baik, dan dia turut mengapresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam penanganan erupsi Gunung Marapi tersebut.

"Saya berharap masyarakat tetap mematuhi himbauan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi), agar tetap aman," harap dia.

Pada pekan lalu, PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat untuk memantau status Gunung Marapi. Pada 10 hari lalu, tepatnya 16 Januari 2024, Gunung Marapi sudah mencapai level III atau Siaga.

PVMBG meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi. 

Pemerintah meminta kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi/ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutamaa saat musim hujan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper