Investor Turki Jajaki Bisnis LNG dan Kargo di Batam

Seorang pengusaha asal Turki tertarik menjajaki investasi di sektor Liquified Natural Gas (LNG) dan bisnis kargo.
Investor dari Turki berpose bersama otoritas BP Batam./Ist
Investor dari Turki berpose bersama otoritas BP Batam./Ist

Bisnis.com, BATAM - Seorang pengusaha asal Turki, Erkam Yildrim tertarik menjajaki investasi di sektor Liquified Natural Gas (LNG) dan bisnis kargo. Untuk mencari tahu cara berbisnis di Batam, calon investor tersebut bertandang ke Badan Pengusahaan (BP) Batam menemui Kepala BP Batam, Muhammad Rudi baru-baru ini.

Rudi memberikan apresiasi atas kunjungan pengusaha Turki tersebut. "Mudah-mudahan investasi yang Mr Erkam dan tim dapat segera terealisasi," kata Rudi dalam keterangan resmi kepada media, Jumat (24/3/2023).

BP Batam berkomitmen untuk mengawal proses perizinan berusaha, agar investasi tersebut segera terealisasi. "Kami siap mengarahkan tim Mr Erkam untuk mempercepat proses perizinan berusaha," katanya lagi.

Ia juga berharap dari pertemuan pertama dapat berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, sehingga menghasilkan investasi yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam.

Sementara itu, Erkam mengatakan tertarik untuk berbisnis di sektor LNG dan juga kargo. Kedatangannya ke Batam untuk melihat langsung bagaimana peluang berinvestasi di kota seribu ruko ini.

"Lokasi Batam sangat bagus, kami akan ikuti prosedur BP Batam untuk mempercepat realisasi investasi ini, semoga dapat segera terwujud," tambah pria 42 tahun ini.

Atase Perdagangan KBRI Singapura, Rumaksono mengtakan Batam hingga saat ini memang masih menjadi incaran dari para investor mancanegara. Sebelumnya, investor dari Malaysia juga mulai menjajaki ekspansi usaha di sektor agribisnis dengan nilai Rp350 miliar pada Desember 2022 lalu. Batam menjadi pilihan karena lokasinya yang strategis, sehingga menguntungkan dari sisi logistik dan sisi waktu.

KBRI Singapura akan menjadi pihak yang memfasilitasi realisasi investasi tersebut. Adapun investasi berasal dari negeri jiran tersebut untuk membangun peternakan ayam dan produksi pakan ternak dengan orientasi ekspor ke Singapura. Kapasitasnya 1 juta ekor ayam per bulan.

“Singapura sangat bergantung kepada impor ayam dan saat ini membutuhkan sekitar 3,6 juta ekor ayam per bulan. Indonesia saya kira bisa mengambil pasar 1/3 nya sekitar 1 juta ekor ayam per bulan untuk bisa masuk ke Singapura, mengingat sebelumnya 100 persen ayam hidup dipasok dari Malaysia,” katanya saat berkunjung ke Gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (5/12/2022).

“Ketika Malaysia melakukan banned ekspor untuk ayam hidup, Singapura mencari alternatif atau sumber baru untuk ayam hidup,” sebutnya lagi. (K65)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper