Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konstruksi Jembatan Layang Simpang Sekip Ujung Ditarget 38 Persen Tahun Ini

Jembatan layang Simpang Sekip Ujung merupakan solusi dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumsel untuk mengatasi masalah kemacetan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 10 November 2022  |  13:13 WIB
Konstruksi Jembatan Layang Simpang Sekip Ujung Ditarget 38 Persen Tahun Ini
PPK 3.6 Jembatan Khusus Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN), Dicky Romansyah, memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan proyek fly over Simpang Sekip Ujung. - Bisnis/Dinda Wulandari
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG — Konstruksi proyek pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Sekip Ujung Palembang ditargetkan sebesar 38 persen hingga akhir tahun 2022.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Jembatan Khusus Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN), Dicky Romansyah, mengatakan saat ini, proses pembangunan difokuskan pembuatan gorong-gorong utilitas. "Konstruksi itu nantinya akan digunakan untuk menampung kabel hingga pipa air PDAM yang melintasi fly over," katanya, Kamis (10/11/2022).

Dia memaparkan sejauh ini progres pembangunan fly over Simpang Sekip Ujung sudah mencapai 28 persen dari target pembangunan 2022.

Dia mengatakan, penyelesaian gorong-gorong utilitas tersebut masih terkendala pembebasan lahan. Sebab, sebagian lahan yang akan digunakan merupakan lahan milik instansi pemerintah, yakni Kantor Bea Cukai.

Pembebasan lahan tersebut tidak bisa dilakukan langsung karena harus melalui proses hibah aset. Menurutnya, hibah lahan tersebut masih dalam proses di Kementerian Keuangan. "Selain itu, pemindahan utilitas kabel PLN juga menghambat alat berat yang sedang bekerja," katanya.

Fly over Simpang Sekip merupakan solusi dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumsel untuk mengatasi masalah kemacetan yang ada di kawasan tersebut.

Dia mengatakan, pada saat jam sibuk, antrean kendaraan bisa mencapai 3 kilometer. Adapun anggaran untuk proyek jembatan layang tersebut mencapai Rp169 miliar.

Fly over itu memiliki panjang 660 meter dengan rincian 190 meter berupa jembatan dan 470 meter oprit di kedua sisi.

Proyek pembangunan tersebut menggunakan skema tahun jamak (multiyears) yang ditarget selesai hingga akhir Desember 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang sumsel infrastruktur
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top