Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Waspada, Ratusan Kerbau Mati Akibat Penyakit Sapi Ngorok di Riau

Total kasus yang dilaporkan sudah mencapai 426 ekor kerbau yang mati akibat terpapar sapi ngorok. Laporan itu masuk di SIKHNAS.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 01 November 2022  |  17:40 WIB
Waspada, Ratusan Kerbau Mati Akibat Penyakit Sapi Ngorok di Riau
Ilustrasi kerbau - pertanian.go.id
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau menyatakan telah mendapatkan laporan adanya kasus ratusan kerbau di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang mati misterius, diduga terpapar penyakit sapi ngorok atau Sepricaemia Epizootica (SE).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Faralinda Sari mengakui telah mendapatkan laporan adanya ratusan hewan ternak di Rohul mati. 

"Iya, kami baru mendapatkan laporan hewan ternak mati di Rohul. Penyebabnya sama dengan yang di Kabupaten Kampar, terkena penyakit SE atau sapi ngorok," ujarnya, Selasa (1/11/2022).

Menurutnya saat ini di Rohul terdapat dua kecamatan yang terpapar penyakit sapi ngorok, yakni Kecamatan Rambah dan Kecamatan Bangun Purba.

Total kasus yang dilaporkan sudah mencapai 426 ekor kerbau yang mati akibat terpapar sapi ngorok. Laporan itu masuk di Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (SIKHNAS).

Atas kejadian itu, pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidikan kasus tersebut dan mencari tahu asal mula penyakit SE masuk ke Rohul.

"Kemungkinan kasus di Rohul ini karena adanya hewan ternak yang terpapar SE dari Kampar, lalu dijual ke Rohul. Atau bisa jadi ada aliran sungai dari Kampar yang ke arah sana. Itu akan kami telusuri."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau sapi Penyakit Sapi Ngorok
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top