Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update PMK di Sumut: 14.000 Ternak Terpapar, 11.600 Vaksin Disalurkan

Total penyaluran vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Sumatra Utara hingga Jumat (8/7/2022) mencapai 11.600 dosis.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 08 Juli 2022  |  21:46 WIB
Update PMK di Sumut: 14.000 Ternak Terpapar, 11.600 Vaksin Disalurkan
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi saat meninjau vaksinasi PMK hewan ternak di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (8/7/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, DELI SERDANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara kembali menyalurkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak kepada kabupaten dan kota, Jumat (8/7/2022).

Kali ini, terdapat 10.000 dosis vaksin PMK yang disalurkan secara serentak. Sehingga total penyaluran vaksin hingga saat ini mencapai 11.600 dosis.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan akan kembali mengajukan penambahan alokasi vaksin kepada pemerintah pusat. Harapannya agar penanganan PMK hewan ternak di Sumut segera beres.

"Hari ini serentak kami bagikan dan lakukan vaksinasi. Dan saya akan mengajukan kembali vaksin," kata Edy saat meninjau vaksinasi PMK untuk ternak di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (8/7/2022).

Edy mengatakan, Sumatra Utara merupakan provinsi keempat dengan tingkat paparan PMK terbanyak. Dari 33 kabupaten dan kota di provinsi ini, terdapat 19 daerah yang terpapar. Hewan ternak yang paling banyak terpapar PMK ada di Kabupaten Batu Bara.

Menurut Edy, sejauh ini sudah terdapat sekitar 14.000 ekor hewan ternak di Sumatra Utara yang terjangkit PMK. Dari jumlah itu, 8.000 ekor di antaranya sudah sembuh, sedangkan yang mati tercatat berjumlah 17 ekor.

"Sumatra Utara masuk provinsi keempat terbesar terpapar PMK," ujarnya.

Edy mengklaim hewan ternak di Sumatra Utara yang terpapar PMK mayoritas dalam kategori ringan dan sedang. Jumlah hewan ternak yang terpapar dengan kategori berat hanya tercatat relatif sedikit.

Edy mengingatkan para peternak agar memotong hewan ternak yang sudah terpapar PMK dengan kategori berat. Dia mengingatkan petani agar tidak ragu melakukannya. Sebab pemerintah bakal memberi uang ganti.

"Ada pengganti, nanti dicatat. Sampai saat ini, Sumut untuk kategori yang berat minim sekali," jelasnya.

Lebih lanjut, Edy juga mengingatkan para peternak agar tidak membeli obat atau antibiotik secara sembarangan untuk hewan ternak mereka. Menurut Edy, pemerintah telah menyediakan obat-obatan khusus untuk penanganan PMK. Obat tersebut, katanya, tidak diperjualbelikan.

"Untuk itu peternak jangan sembarangan beli, kami siapkan. Jangan gegabah, jangan panik. Kami akan turun dan sudah disebarkan ini," kata Edy.

Seorang peternak di lokasi vaksinasi PMK ini, Rizky Adriandi mengaku lebih lega karena pemerintah kini telah menyediakan obat maupun vaksin untuk hewan ternak yang terjangkit PMK.

"Selama PMK ini, kami harap ada solusi supaya PMK cepat berakhir. Alhamdulillah, pemerintah sudah mulai memberikan solusi," kata Rizky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmk Vaksin sumatra utara
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top