Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omzet Ratusan Juta, Petani Muda Riau Bidik Potensi Agribisnis Kunyit Hitam

Muhammad Fauzal, petani muda dari Pekanbaru Riau ini, sudah mulai menggeluti usaha agribisnis kunyit hitam yang diimpor asal Thailand sejak 2018 silam.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 05 Juni 2022  |  15:40 WIB
Omzet Ratusan Juta, Petani Muda Riau Bidik Potensi Agribisnis Kunyit Hitam
Potensi agribisnis kunyit hitam, mulai dilirik oleh petani muda Riau. - Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU -- Potensi agribisnis rempah-rempah ternyata berhasil menarik minat petani muda asal Riau, untuk ikut berkecimpung dan menjalankan usaha tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Muhammad Fauzal, petani muda dari Pekanbaru Riau ini, sudah mulai menggeluti usaha agribisnis kunyit hitam yang diimpor asal Thailand sejak 2018 silam.

"Saya mulai mengembangkan usaha budidaya kunyit hitam ini sejak 2018. Awalnya dulu ciplukan tapi tidak berjalan dengan baik. Akhirnya diskusi dengan komunitas di usaha agribisnis menyarankan untuk mengembangkan kunyit hitam ini," ujarnya, Minggu (5/6/2022).

Dia menyebutkan untuk tahap awal mulai mengembangkan pembibitan kunyit hitam dengan modal 1 kilogram bibit, lalu berkembang hingga ratusan bibit baru. Untuk satu kali masa tanam dari mulai bibit sampai dipanen, kunyit hitam memakan waktu sekitar enam bulan.

Untuk harga jual kunyit hitam ini, menurutnya bernilai ekonomis tinggi yaitu pada rentang Rp400.000 hingga Rp600.000 perkilogram, bergantung kepada pembelinya apakah dari agen atau konsumen akhir alias ritel.

Dari penjualan itu, kini setiap tiga bulannya dia dapat mengantongi total penjualan kunyit hitam hingga 1 ton atau 1.000 kilogram dengan omzet ratusan juta rupiah. Selain menjual kunyit hitam dia juga menjual dalam bentuk bibit di rentang harga Rp150.000 hingga Rp250.000 per bibitnya.

"Penjualan saat ini mayoritasnya ke Pulau Jawa dimana kunyit hitam sudah dikenal lebih luas di sana. Kalau di sini pasarnya belum terlalu banyak," ujarnya.

Menurutnya penjualan kunyit hitam ini ditopang oleh meningkatnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan atau obat herbal selama masa pandemi covid sejak 2020 lalu. Selain itu, kunyi hitam juga diyakini dapat menyembuhkan sekitar 28 penyakit dalam, termasuk diabetes, kanker, dan lainnya.

Saat ini usaha tersebut dijalankannya dari lahan seluas 840 meter, dan sudah didesain menjadi rumah kaca atau green house di Jalan Nurul Islam atau Jalan Keliling, Kulim Pekanbaru.

Ke depan dirinya akan meningkatkan pemahaman masyarakat Riau tentang kunyit hitam menjadi lebih luas lagi, dengan membina petani muda lainnya atau membangun kemitraan.

Diharapkan dengan upaya tersebut, produksi kunyit hitam di Riau bisa terus meningkat dan pihaknya siap membantu petani untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri yang masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau agribisnis
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top