Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Sawit Riau Turun Lagi, Pekan Ini Dijual Rp2.666,44 per Kg

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau Defris Hatmaja menjelaskan jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp27,01 per Kg atau mencapai 1,00 persen dari harga minggu lalu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 01 Juni 2022  |  15:58 WIB
Harga Sawit Riau Turun Lagi, Pekan Ini Dijual Rp2.666,44 per Kg
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit. - Bloomberg

Bisnis.com, PEKANBARU -- Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyatakan harga tandan buah segar kelapa sawit periode 1-7 Juni 2022 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau Defris Hatmaja menjelaskan jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp27,01 per Kg atau mencapai 1,00 persen dari harga minggu lalu.

"Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp2.666,44/Kg," ujarnya, Rabu (1/6/2022).

Menurutnya penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dari perusahaan yang menjadi sumber data.

Untuk harga jual CPO, PTPN V tidak melakukan penjualan minggu ini. Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp60,86/Kg dari harga minggu lalu, Astra Agro Lestari tidak melakukan penjualan minggu ini. PT Asian Agri mengalami kenaikan harga sebesar Rp107,28/Kg dari harga minggu lalu.

PT Citra Riau Sarana tidak melakukan penjualan minggu ini. PT Musim Mas tidak melakukan penjualan minggu ini. Sedangkan untuk harga jual Kernel, Sinar Mas Group melakukan penjualan dengan harga sebesar Rp6.980,00/Kg. PT Asian Agri melakukan penjualan dengan harga sebesar Rp7.112,00/Kg.

Sementara itu dari faktor eksternal, ekspor CPO dan kernel masih belum normal walaupun sudah diumumkan pencabutan larangan ekspor CPO oleh pemerintah.

Saat ini dinilai pihaknya merupakan masa transisi, sehingga eksportir masih menunggu situasi dan kondisi. Kemudian juga karena lelang CPO sejumlah perusahaan di KPBN Jakarta tidak ada deal (WD) atau kesepakatan sesuai harga dasar penawaran lelang, apalagi paska terbitnya Juknis Dirjendaglu No.018/22.

Pada beleid ini mengatur bahwa rasio ekspor CPO ditetapkan oleh Dirjendaglu pada masa transisi. Dampaknya pencabutan larangan ekspor dinilai tidak serta merta berpengaruh ke harga sawit, dimana saat dicabutnya larangan ekspor harga CPO tidak otomatis naik atau langsung bisa ekspor CPO keluar negeri.

Selanjutnya secara umum pembelian CPO atau produk sawit oleh suatu negara dilakukan dalam jangka panjang atau di atas 1 tahun. Pelarangan ekspor yang ditetapkan pada April 2022 lalu berdampak besar bagi para negara importir sawit terbesar. Kemudian para negara importir ini pindah ke Malaysia dan melakukan kontrak dengan Malaysia karena mereka butuh konsistensi/kepastian pasokan CPO.

"Dampak akibat kondisi diatas, karena pasar ekspor CPO belum normal, harga TBS yang kami tetapkan masih belum normal seperti yang semua kita harapkan," ujarnya.

Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Prov Riau

No. 21 periode 1 - 7 Juni 2022

Umur 3th (Rp1.969,74);

Umur 4th (Rp2.132,32);

Umur 5th (Rp2.329,06);

Umur 6th (Rp2.384,87);

Umur 7th (Rp2.478,00);

Umur 8th (Rp2.546,32);

Umur 9th (Rp2.605,75);

Umur 10th-20th (Rp2.666,44);

Umur 21th (Rp2.553,95);

Umur 22th (Rp2.541,22);

Umur 23th (Rp2.530,60);

Umur 24th (Rp2.424,48);

Umur 25th (Rp2.366,11);

Indeks K : 90,03%

Harga CPO Rp11.788,36

Harga Kernel Rp7.043,36 TURUN Rp 27,01 per Kg utk umur 10-20 th

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau kelapa sawit
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top