Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, Jatuh Korban Jiwa, Sumber Api Belum Diketahui

Sumur minyak dikelola masyarakat secara tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, meledak dan terbakar, Jumat (11/3) sekira pukul 23.10 WIB.
Sejumlah petugas berusaha memadamkan api di sumur minyak ilegal yang berada di kawasan pemukiman penduduk Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (12/3/2022). Kebakaran di salah satu sumur minyak ilegal pada Jumat (11/3/2022) sekitar pukul 23.30 WIB tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka bakar serius./Antara-Syifa Yulinnas.
Sejumlah petugas berusaha memadamkan api di sumur minyak ilegal yang berada di kawasan pemukiman penduduk Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (12/3/2022). Kebakaran di salah satu sumur minyak ilegal pada Jumat (11/3/2022) sekitar pukul 23.30 WIB tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka bakar serius./Antara-Syifa Yulinnas.

Bisnis.com, ACEH TIMUR - Seorang dari tiga korban ledakan disertai kebakaran sumur minyak yang dikelola secara tradisional di Kabupaten Aceh Timur meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.

"Ada tiga korban mengalami luka bakar. Ketiganya dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh, tetapi dalam perjalanan seorang di antaranya pasien meninggal dunia,” kata Direktur RSUD Sultan Abdul Azis Syah Peureulak Reza Fazri di Aceh Timur, Sabtu (12/3/2022).

Reza Fazri mengatakan korban meninggal dunia tersebut atas nama Safrizal (29). Korban tercatat warga Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Sedangkan korban lainnya mengalami kritis, yakni Baihaqi (36), warga Desa Tualang Timur, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur. Serta Junaidi (37), warga Desa Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, Jatuh Korban Jiwa, Sumber Api Belum Diketahui

Foto udara kobaran api dari sumur minyak ilegal di kawasan pemukiman penduduk Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (12/3/2022)./Antara-Syifa Yulinnas

Sebelumnya, sumur minyak dikelola masyarakat secara tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, meledak dan terbakar, Jumat (11/3) sekira pukul 23.10 WIB.

Dua dari tiga korban ledakan sumur minyak di Aceh Timur dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh karena mengalami luka bakar yang sangat serius, satu orang meninggal dalam perjalanan.

"Tiga orang korban dirujuk ke RSUDZA, namun satu orang meninggal dalam perjalanan," kata Deputi Dukungan Bisnis Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) Afrul Wahyuni, di Banda Aceh, Sabtu.

BPMA menyebutkan ketiga korban dengan nama berbeda. Mereka yakni Safrizal (32) dan Juwardi (33), keduanya penduduk Desa Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Kemudian Boy Risman (31) warga Peudawa, Aceh Timur.

BPMA menyatakan bahwa sejauh ini belum ada hasil resmi tentang sumber api yang menyebabkan terjadinya ledakan sumur minyak di wilayah Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Afrul mengatakan, pasca ledakan semalam, kondisi di lokasi kejadian sudah diamankan dan sumur minyaknya sudah terkontrol setelah berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, Jatuh Korban Jiwa, Sumber Api Belum Diketahui

Foto udara kondisi di kawasan tambang minyak ilegal pascakebakaran dan ledakan sumur minyak di pemukiman penduduk Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (12/3/2022)./Antara-Syifa Yulinnas

Terhadap peristiwa ini BPMA sudah membangun komunikasi aktif dengan Kementerian ESDM melalui Dirjen, SKK Migas Sumbagut, Direktorat Teknis dan Lingkungan Migas, serta PT Medco untuk penanggulangannya.

Dalam kesempatan ini, Afrul mengatakan, peristiwa meledaknya sumur minyak Aceh Timur tersebut bukan kejadian pertama, tetapi juga pernah terjadi di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Pemerintah terus mencari solusi terhadap kasus seperti ini, dan juga memberi perhatian terhadap illegal drilling (pengeboran sumur minyak ilegal)," kata Afrul.

Selain itu, kata Afrul, sumur minyak tersebut selama ini juga sudah menjadi penghasilan masyarakat setempat sejak belasan tahun lalu. Karenanya ini menjadi pekerjaan rumah juga bagi pemerintah untuk mencarikan solusinya.

Sumur minyak yang meledak tersebut selama ini dikelola masyarakat secara tradisional. Meski demikian sumur itu juga berada di wilayah kerja PT Pertamina EP.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper