Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KUR Bank Sumsel Babel Laris Manis Lebihi Target Rp550 Miliar

Penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR Bank Sumsel Babel tercatat telah mencapai Rp700 miliar atau melampaui pagu yang diberikan pada tahun ini.
Pegawai Bank Sumsel Babel saat bertugas di kantor pusat Bank Sumsel Babel, Jakabaring, Palembang./Bisnis-Dinda Wulandari
Pegawai Bank Sumsel Babel saat bertugas di kantor pusat Bank Sumsel Babel, Jakabaring, Palembang./Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel mengajukan penambahan alokasi pagu kredit usaha rakyat lantaran penyaluran telah melebihi target yang ditetapkan senilai Rp550 miliar.

Penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR Bank Sumsel Babel tercatat telah mencapai Rp700 miliar atau melampaui pagu yang diberikan pada tahun ini.

Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo mengatakan realisasi penyaluran KUR di Provinsi Sumatra Selatan dan Bangka Belitung telah mencapai Rp700 miliar per Oktober 2021.

“Sehingga kami minta tambah kuota KUR lagi ke pemerintah untuk memenuhi permintaan hingga Desember 2021,” katanya, Rabu (3/11/2021).

Antonius mengatakan pihaknya pun memproyeksi penyaluran KUR bisa menyentuh Rp1 triliun hingga akhir tahun nanti.

Sementara itu Ditjen Perbendaharaan Kantor Wilayah Sumatra Selatan (DJPb Kanwil Sumsel) mencatat penyaluran KUR mencapai Rp6,13 triliun per 30 September 2021.

Kepala Kanwil DJPb Sumsel, Lydia Kurniawati Christyana, mengatakan kredit tersebut telah dimanfaatkan oleh 120.834 debitur di Sumsel. 

“Dari 17 kabupaten/kota, pertumbuhan debitur yang paling tinggi terjadi di Kabupaten PALI, dari 271 debitur menjadi 575 debitur atau tumbuh 112%,” katanya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (OJK Regional 7 Sumbagsel), Untung Nugroho, mengatakan pihaknya mendorong perbankan untuk mempercepat penyaluran KUR.

“Penyaluran kredit itu bisa lebih cepat jika menggunakan skema KUR Klaster,” katanya.

Dia mengemukakan sistem klaster memungkinkan perbankan mengucurkan kredit per kelompok bukan per individu sesuai dengan jenis usaha yang mereka geluti di suatu wilayah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper