Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amartha Mikro Fintek Catat Pembiayaan di Sumsel Naik 157 Persen

Pencairan dana kepada para perempuan pelaku usaha mikro di provinsi itu naik dari sebelumnya Rp54 miliar pada 2020 menjadi Rp139 miliar pada tahun ini.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  13:10 WIB
Amartha Mikro Fintek Catat Pembiayaan di Sumsel Naik 157 Persen
Chief Commercial Officer Amartha Hadi Wenas (dari kanan) bersama Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Agro memberikan keterangan kepada media terkait penyaluran pembiayaan kepada UMKM di Sumsel. - Bisnis/Dinda Wulandari
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Amartha Mikro Fintek, platform teknologi finansial peer to peer (P2P) lending, mencatat lonjakan penyaluran pembiayaan di Sumatra Selatan hingga 157 persen per September 2021.

Pencairan dana kepada para perempuan pelaku usaha mikro di provinsi itu naik dari sebelumnya Rp54 miliar pada 2020 menjadi Rp139 miliar pada tahun ini.

Chief Commercial Officer Amartha, Hadi Wenas, mengatakan Sumatra Selatan merupakan provinsi yang berkontribusi cukup signifikan terhadap bisnis perusahaan di Pulau Sumatra.

“Kami punya mitra binaan sebanyak 38.000 [borrower] di SumselPembiayaan yang kami salurkan digunakan untuk permodalan usaha pelaku UMKM,” katanya saat acara business update Amartha di Palembang, Rabu (27/10/2021) petang.

Atas pencapaian itu, kata Wenas, pihaknya pun membidik penyaluran dana kepada pelaku UMKM di Sumsel bisa mencapai Rp1 triliun di Sumsel pada tahun 2021.

“Targetnya 100 persen ibu-ibu di perdesaan yang mau atau telah menjadi wirausaha,” katanya.

Dia memaparkan perusahaan pun telah memasang strategi untuk mencapai peningkatan pinjaman. Salah satunya ekspansi ke desa-desa yang belum digarap Amartha.

Saat ini Amartha baru menyentuh 500 desa dari total ribuan desa yang ada di Sumsel. Sehingga, peluang untuk mengucurkan pembiayaan bagi warga di provinsi itu masih terbuka lebar.

Dia menjelaskan mitra binaan Amartha bisa mengajukan pinjaman maksimal Rp15 juta. Namun, kebanyakan pinjaman yang digunakan pelaku usaha hanya senilai Rp4 juta. Adapun pembayaran dilakukan secara mingguan.

Head of Micro Business Amartha wilayah Sumatra, M. Akib, menambahkan pihaknya mengerahkan sebanyak 200 tenaga untuk memonitor perkembangan usaha para mitra di Sumsel.

“Ini merupakan strategi kami untuk memastikan kualitas pinjaman dari mitra,” katanya.

Untuk mendukung akselerasi pengembangan UMKM di wilayah Sumatra Selatan, Amartha menjalin kolaborasi sinergis dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel Babel.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan MoU antara Amartha dengan Bank Sumsel Babel akhir Oktober 2021.

Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Antonius Prabowo Argo, mengatakan pihaknya menilai konsep bisnis Amartha sejalan dengan tujuan Bank Sumsel Babel yang berkomitmen untuk membangun kesejahteraan melalui layanan permodalan bagi UMKM. 

Selain itu, kata dia, kerjasama tersebut merupakan strategi bank untuk mempercepat dan memperluas penyaluran pendanaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro di Sumsel.

“Eranya sekarang sinergi. Kami tidak mungkin berikan semua pinjaman ke pelosok yang size-nya Rp4 juta – Rp15 juta,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm sumsel Teknologi Finansial Amartha
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top