Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CPO Sering Tumpah di Jalan, Ketua KNKT: Pengusaha Harus Ditindak Tegas

Waktu terjadi tumpahan CPO, jalan berisiko untuk dilalui pengendara karena kondisinya menjadi licin. Selain itu, sisa CPO di jalan juga kurang aman untuk dilintasi pengendara.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  16:41 WIB
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat ditemui di Padang, Selasa (30/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat ditemui di Padang, Selasa (30/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Komite Nasional Keselamatan Transportasi meminta Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah III Sumatra Barat bersama Polda mengambil langkah tegas terhadap pengusaha CPO.

Hal itu disampaikan KNKT terkait cukup seringnya terjadi kebocoran tangki pengangkut CPO di kawasan jalan Sitinjau Lauik.

Dari data yang diperoleh KNKT terkait kecelakaan di Sitinjau Lauik, ada sekitar 36 kecelakaan pada tahun 2020. 

Demikian disampaikan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat bersama BPTD Wilayah III Sumbar, di Padang. 

"Ada beberapa kali terjadi kebocoran tangki pengangkut CPO. Lalu ada juga kecelakaan yang dialami tangki pengangkut CPO, sehingga mengakibatkan CPO tumpah di jalan Sitinjau Lauik itu dan turut membahayakan pengendara," katanya saat diwawancara di Padang, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya kebocoran tangki pengangkut CPO jelas-jelas sebuah kelalaian. Hal tersebut seharusnya mendapat sanksi. Terkait sanksinya, perlu dibicarakan oleh BPTD Wilayah III Sumbar bersama Polda Sumbar yang memiliki wilayah kerja.

"Saya meminta agar ada sanksi kepada pengusaha pengangkut CPO itu. Karena turut membahayakan pengendara lainnya, bila melintasi jalan yang telah ditumpahi CPO," tegasnya.

Soerjanto meminta agar BPTD Wilayah III Sumbar bersama Polda Sumbar melakukan pertemuan dengan pengusaha CPO, agar kelalaian itu tidak terulang kembali.

"Kalau tangkinya yang mengalami kecelakaan lalu tumpah CPO-nya, jelas itu kecelakaan. Tapi yang bahayanya itu, tangki yang pengakut CPO itu tumpah atau bocor, dan ini yang perlu ditindak harusnya," ujar Soerjanto.

Kepala BPTD Wilayah III Sumbar Deny Kusdayana menambahkan permintaan KNKT tersebut akan segera ditindaklanjuti.

Deny menyebutkan kawasan jalan di Sitinjau Lauik merupakan daerah rawan kecelakaan karena kondisi yang ekstrem.

"Betul apa yang disampaikan oleh KNKT, untuk yang lalai, seperti adanya kebocoran tangki pengangkut CPO itu, kan bisa membahayakan pengendara lain," katanya.

Deny menyebutkan waktu terjadi tumpahan CPO, jalan berisiko untuk dilalui pengendara karena kondisinya menjadi licin. Selain itu, sisa CPO di jalan juga kurang aman untuk dilintasi pengendara.

"Untuk membersihkan CPO yang tumpah itu tidak mudah, butuh waktu, pakai sabun bubuk deterjen. Nah sementara arus lalu lintas tetap jalan, jadi memang agak berisiko terjadi kecelakaan," ungkapnya.

Deny menegaskan permintaan dari KNKT tersebut akan ditindaklanjuti, sesuai arahan yang telah diberikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo knkt
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top