Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Keyakinan Konsumen Sumut Masih Level Pesimis

Keberhasilan pemulihan ekonomi ini sangat bergantung kepada kemampuan pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  20:53 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara Soekowardojo saat memaparkan laju perekonomian Sumut di kuartal IV 2020 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Jumat (29/1 - 2021).Bisnis/Cristine Evifania Manik
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara Soekowardojo saat memaparkan laju perekonomian Sumut di kuartal IV 2020 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Jumat (29/1 - 2021).Bisnis/Cristine Evifania Manik

Bisnis.com, MEDAN — Indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Sumatra Utara masih berada di level pesimis pada Desember 2020 meski naik dari bulan sebelumnya.

“Indeks Keyakinan Konsumen berada di bawah 100, menunjukkan bahwa keyakinan konsumen berada di level pesimis,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara Soekowardojo di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Jumat (29/1/2021).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara (Sumut) melaporkan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) juga masih berada di level pesimis pada Desember 2020 meski menguat dari November 2020. Survei bank sentral menunjukkan konsumen paling pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja, dibuktikan oleh IKE ketersediaan lapangan kerja hanya 35,87.

Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi kedepan terpantau menguat tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) akan perkiraan penghasilan 6 bulan kedepan berada di angka 108,89, perkiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan kedepan di angka 99,05, dan perkiraan kegiatan usaha 6 bulan ke depan di angka 88,67.

Soeko menjelaskan bahwa upaya keberhasilan pemulihan ekonomi ini sangat bergantung kepada kemampuan pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19. Pihaknya memberikan istilah satu plus lima.

“Jadi, satu itu adalah necessary condition, yaitu keberhasilan pengendalian Covid-19 melalui vaksinasi menjadi syarat utama. Kalau berhasil mengendalikan melalui vaksinasi, lima yang berikutnya bisa kita lakukan,” imbuh Soeko.

Setelah penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan melalui vaksinasi, lanjut dia, langkah pertama pemulihan ekonomi Sumut adalah membuka sektor produktif dan aman. Bank Indonesia tengah meneliti sektor apa aja yang perlu didahulukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Kedua, percepatan stimulus fiskal. Ini yang kami sampaikan bahwa saat konsumsi masyarakat masih rendah, kami berharap konsumsi pemerintah dapat sedikit mengurangi pelemahan rendahnya konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Ketiga, peningkatan reaksi permintaan dan penawaran kredit. Keempat, adalah stimulus moneter dan kebijakan makro prudensial.

Terakhir adalah digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi sumatra utara indeks keyakinan konsumen
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top