Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cukai Rokok Naik, Bea Cukai Sumbagtim Awasi Peredaran Rokok Ilegal

Peredaran rokok ilegal di wilayah Sumatra Bagian Timur diperkirakan bakal meningkat seiring kenaikan cukai rokok pada 2021.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  13:15 WIB
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Sumatra Bagian Timur Dwijo. bisnis/dinda wulandari
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Sumatra Bagian Timur Dwijo. bisnis/dinda wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Peredaran rokok ilegal di wilayah Sumatra Bagian Timur diperkirakan bakal meningkat seiring kenaikan cukai rokok pada 2021.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumatra Bagian Timur (DBC Sumbagtim), Dwijo, mengatakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) bisa menurunkan permintaan terhadap rokok legal. 

Di sisi lain, penurunan demand itu bisa berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap rokok ilegal yang tidak berkontribusi terhadap penerimaan negara.

“Tantangan terbesar [kenaikan CHT] dihadapi Bea Cukai, karena masyarakat bukannya berhenti merokok tapi beralih ke rokok ilegal,” katanya, saat public expose arah implementasi kebijakan fiskal dan moneter tahun 2021, Selasa (22/12/2020).

Oleh karena itu, kata Dwijo, pihaknya bakal memperketat pengawasan terkait peredaran rokok ilegal di wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung.

“Kami melakukan pemuktahiran dalam memetakan titik rawan distribusi rokok ilegal di wilayah kami,” katanya.

Dia menjelaskan BC Sumbagtim juga bakal meningkatkan operasi pasar di titik-titik rawan tersebut. 

Biasanya daerah perkebunan jadi lokasi peredaran rokok ilegal, sementara untuk di kota, seperti Palembang tidak ada.

Menurut Dwijo, peredaran rokok ilegal dikemas secara bervariasi oleh pelaku, ada yang tidak menggunakan pita cukai, ada juga yang menerapkan pita cukai namun peruntukannya tidak tepat. Sehingga, harga rokok yang mestinya mahal menjadi murah.

Sebelumnya, Ditjen Bea Cukai memusnahkan sebanyak 6 juta batang rokok ilegal hasil temuan di Sumatra Selatan pada September 2020. Rokok ilegal tersebut menimbulkan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp2,7 miliar.

Pemusnahan rokok ilegal juga dilakukan kantor Bea Cukai di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, sebanyak 480.940 batang. Adapun kerugian negara mencapai Rp176 juta

Hal yang sama dilakukan di kantor Tanjung Pandan, Bangka Belitung, sebanyak 2.000 batang rokok, dengan kerugian negara sebanyak Rp20 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel Cukai Rokok
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top