Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Karet Sumut Turun pada September 2020

Penyebab utama penurunan volume ekspor karet di Sumut adalah keterbatasan bahan baku.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 04 November 2020  |  14:52 WIB
Ilustrasi. - Antara/Syifa Yulinnas
Ilustrasi. - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, MEDAN - Ekspor karet Sumut turun pada September dibanding Agustus 2020. Penurunan realisasi ekspor sebesar 10,8 persen dari 38.182 ton menjadi 34.351 ton.

Apabila dibandingkan dengan periode Januari hingga September 2020, ekspor karet mengalami penurunan sebesar 10,8 persen.

"Dibandingkan volume tahun sebelumnya (yoy) juga masih mengalami penurunan sebesar 10,8 persen menjadi 275.249 ton dibandingkan periode yang sama pada Januari hingga September 2019 sebesar 308.847 ton," ungkap Sekretaris Gapkindo Sumatera Utara Edy Irwansyah, Rabu (4/11/2020).

Total volume penjualan September sebesar 37.868 ton, sebesar 91 persen diekspor dan sisanya 9 persen dijual secara lokal. Volume penjualan ini menurun 10,04 persen dibandingkan bulan Agustus sebesar 38,182 ton.

Penyebab utama penurunan volume ekspor karet di Sumut adalah keterbatasan bahan baku. Hal tersebut membuat pembeli panik dan memicu meningkatnya harga karet di pasar global. Keterbatasan bahan baku merupakan dampak dari musim penghujan. Hal ini terjadi hampir di semua sentra produksi karet.

Sementara itu Jepang kembali menjadi tujuan ekspor utama karet Sumatera Utara setelah Juni-Agustus didominasi oleh China.

Pada September 2020, karet Sumut diekspor ke 36 negara. Sebanyak enam negara tujuan utama berikut ini mencapai 70,83 persen, yakni Jepang sebanyak 18,64 persen, USA sebanyak 12,48 persen, China dengan 12,05, India 11,0 persen, Turki 9,28 persen, Brazil 7,38 persen.

Harga TSR20 di bursa Singapura (SGX) pada 30 Oktober untuk kontrak November sebesar 156,9 sen AS atau meningkat 16,32 sen AS dibandingkan harga rata-rata September sebesar 136.05. Sejalan itu, peningkatan harga di tingkat petani juga sudah mengalami peningkatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top