Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kisah Bapak Online Payakumbuh dan Pelajaran Menghadapi Covid-19

Tugas membuat Wakil Wali Kota Payakumbuh bertemu banyak tamu. Siapa nyana ada tamunya yang ternyata positif Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  06:18 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz - Antara/Akmal Saputra
Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz - Antara/Akmal Saputra

Bisnis.com, PAYAKUMBUH - Wakil Wali Kota Payakumbuh Sumatra Barat Erwin Yunaz  yang mendapat gelar tidak resmi sebagai Bapak Online Payakumbuh menjadi salah satu pasien penderita Covid-19. 

Erwin memilih untuk speakup, menyampaikan kepada publik apa yang sedang dijalaninya. Masyarakat pun menjadi tahu bagaimana Erwin bisa tertular Covid-19, dan bagaimana ia menjalani hari-hari dalam proses isolasi mandiri. 

Jumat, 14 Agustus 2020, Wakil Wali Kota Payakumbuh Sumatra Barat Erwin Yunaz masih beraktivitas sebagaimana biasanya.

Hari itu, pria berkaca mata tersebut memang disibukkan dengan agenda sidang tahunan MPR-RI dan beragam urusan kedinasan yang mesti dilakukan sebagaimana biasa.

Namun pada Sabtu, 15 Agustus 2020, ia menerima kabar kurang menggembirakan dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bahwa dua orang tamu yang pernah diterimanya di rumah dinas terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Kabar tersebut membuat Erwin harus mengikuti tes usap atau swab test untuk memastikan kondisinya sehat dan tidak tertular.

Pada Sabtu itu bapak tiga anak ini pun menjalani tes usap dan bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi baik positif atau negatif.

Selasa malam, 18 Agustus 2020 kabar itu pun datang. Erwin ditelepon oleh Dinas Kesehatan yang mengabarkan ia terkonfirmasi positif Covid-19.

Rabu paginya, kabar tersebut mulai beredar di kalangan warga lewat media sosial bahwa wakil wali kota mereka terkena Covid-19.

Pada saat itu penanganan Covid-19 di Payakumbuh cukup terkendali dan tinggal dua orang berstatus positif.

Bahkan pemerintah Kota telah bersiap mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka bagi pelajar karena virus sudah dapat dikendalikan.

Menjawab beragam desas desus yang beredar Erwin memutuskan mengumumkan secara resmi melalui video yang diunggah ke instagram Pemkot Payakumbuh bahwa ia memang positif Covid-19.

“Berdasarkan info satuan tugas, dua dari tiga tamu saya di rumah dinas terkonfirmasi positif Covid-19, sesuai prosedur saya melakukan tes dan malam saya dikabari juga positif Covid-19,” kata pria yang dijuluki generasi milenial sebagai bapak Online Payakumbuh itu.

Lewat video Erwin juga menyampaikan kondisi terkini dan meminta masyarakat yang pernah kontak langsung dengannya untuk melaporkan diri ke petugas kesehatan.

Sebagai kepala daerah yang tentu saja memiliki kesibukan dan cukup banyak bertemu dengan warga, informasi yang diberikan ini bermanfaat dan sedikit memudahkan tugas tenaga kesehatan.

Karena, jika hanya bertumpu kepada apa yang diingat Erwin dalam perjalanannya, bisa saja ada yang terlupa. Tapi dengan pemberitahuan dan permintaan langsung seperti ini, masyarakat bisa dengan sadar melaporkan diri ke tenaga kesehatan.

Dalam video itu, Erwin yang terus mencoba tersenyum itu meminta masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan dan menjaga kebugaran tubuh sehingga dapat terbebas dari virus yang menjadi masalah di seluruh negara.

Keberanian Erwin mengumumkan dirinya positif Covid-19 patut diacungi jempol karena tak banyak pejabat publik yang berani buka-bukaan. Ini juga sekaligus menghapus stigma bahwa Covid-19 aib dan dapat menginfeksi siapa saja.

Pria berusia 49 tahun itu pun akhirnya mendapatkan banyak dukungan dari warganya, baik melalui pesan singkat Whatsapp dan bahkan melalui Instagram yang juga diberitahukan langsung oleh Erwin di media sosial pribadinya.

Keterbukaan dan keberanian kepala daerah menyampaikan bahwa dirinya positif Covid-19 yang dilakukan Erwin ini menjadi yang pertama di Sumatra Barat.

Saat ini jamak terjadi masyarakat malu ketika petugas kesehatan datang menjemput menggunakan ambulans dan berpakaian lengkap alat pelindung diri (APD).

Keterbukaan seperti ini tidak hanya harus dilakukan oleh kepala daerah, tapi juga pejabat daerah lainnya, bahkan juga masyarakat biasa. untuk dapat memutus rantai penyebaran COVID-19.

Erwin menekankan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan pasien Covid-19.

“Ini bukan aib, ini penyakit. Jadi jangan ada yang mengucilkan pasien positif. Berikan mereka dukungan, berikan semangat kepada mereka, ini penting untuk meningkatkan imun pasien positif Covid-19,” ujar Erwin.

Kondisi Membaik

Melalui konferensi video Erwin mengabarkan bahwa kondisinya telah mulai membaik dan bahkan dirinya telah melakukan tes usap lanjutan untuk pertama kalinya.

"Alhamdulillah saat ini kondisi saya sudah mulai membaik, Senin (24/8) saya telah melakukan tes usap yang pertama setelah dinyatakan positif," kata dia.

Ia menceritakan kondisi yang dirasakannya saat dinyatakan positif Covid-19 adalah batuk yang sedikit menyesak sampai ke dadanya walaupun saat ini hal itu telah jauh membaik.

Jadi seusai menerima tamu dan tamu tersebut dinyatakan positif ditambah dengan batuk yang ia rasakan yang membuat dirinya berinisiatif untuk langsung memeriksakannya dan melakukan tes usap

Ia menyebutkan dalam kesehariannya semenjak dinyatakan positif, dirinya selalu menjaga pola makan, istirahat dan rutin berolahraga ringan. Ia mengonsumsi vitamin C, makan yang bergizi, makan sayuran. Secara keseluruhan, apa yang dilakukan Erwin sama seperti yang dilakukan pasien lainnya.

Erwin saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di rumah dinas dan tetap ditemani keluarga. Tapi, ia memastikan seluruh anggota keluarganya menaati protokol kesehatan selama di rumah.

Suami dari Maghdalena tersebut juga mengungkapkan keinginannya untuk cepat sembuh dan dapat kembali bekerja menjalankan amanah yang didapatkannya sejak 2017.

Erwin juga meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan, namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Bagi Erwin, pada saat kondisi seperti ini, memang dibutuhkan kesadaran dari setiap masyarakat.

“Kehidupan harus berjalan, yang kita perlukan saat ini hanya menaati dan memperketat protokol kesehatan untuk diri sendiri. Istirahat yang cukup dan terus menjaga kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal mengapresiasi kemauan dari Wakil Wali Kota untuk terbuka kepada khalayak.

"Ini bukti kepada masyarakat, bahwa tidak ada yang perlu disembunyikan. Kenapa harus malu, semua demi kebaikan bersama. Jika seluruh masyarakat terbuka, Insyaallah penanganannya bisa lebih cepat," ujarnya.

Sampai saat ini, kasus positif Covid-19 Payakumbuh berjumlah 46 orang dan 24 di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan 22 pasien lainnya masih dalam perawatan.

Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Payakumbuh saat ini kurang lebih 150 orang dan PDP satu orang.

"Selain tes usap kepada kontak erat, kami beberapa waktu lalu juga telah melakukan tes usap massal. Hingga saat ini, sudah hampir 4.000 warga yang melakukan tes usap," sebutnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top