Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkab Banyuasin Kejar Target Produksi 1,3 Juta Ton Gabah Kering

Luas panen padi Kabupaten Banyuasin mencapai 213.813 ha dengan produksi mencapai 905.846 ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2019.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  16:21 WIB
Ilustrasi - Petani menjemur gabah di Kampung Songkolo, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/3/2020). Harga gabah kering di tingkat petani di daerah tersebut mengalami penurunan, dari harga Rp4.800 per kilogram menjadi Rp4.200 per kilogram akibat musim hujan yang membuat butir padi tak berisi karena sebagian persawahan terendam air. ANTARA FOTO - Abriawan Abhe
Ilustrasi - Petani menjemur gabah di Kampung Songkolo, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/3/2020). Harga gabah kering di tingkat petani di daerah tersebut mengalami penurunan, dari harga Rp4.800 per kilogram menjadi Rp4.200 per kilogram akibat musim hujan yang membuat butir padi tak berisi karena sebagian persawahan terendam air. ANTARA FOTO - Abriawan Abhe

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Banyuasin optimistis dapat mencapai target produksi sebanyak 1,3 juta ton gabah kering giling pada tahun ini dengan pengoptimalan lahan rawa menjadi sawah produktif.

Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani mengatakan produksi padi tersebut juga merupakan peran dari daerah itu sebagai lumbung pangan nasional.

“Kami terus berupaya meningkatkan produksi, luas lahan bakal ditambah mejadi 263.368 hektare (ha) dengan begitu luas panen dan produksi diharapkan juga dapat meningkat,” katanya, Senin (13/7/2020).

Berdasarkan catatan Pemkab Banyuasin, luas panen padi daerah tersebut mencapai 213.813 ha dengan produksi mencapai 905.846 ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2019. Dari angka tersebut produksi beras asal Banyuasin sebanyak 519.684 ton.

Askolani menjelaskan, potensi tersebut lah yang dapat ditingkatkan pemkab. Salah satunya melalui optimalisasi lahan rawa. 

“Lahan rawa lebak yang merupakan sawah seluas 25.713 ha di mana untuk satu kali tanam seluas 21.279 ha, sisanya seluas 2.562 ha sudah 2 kali tanam,” kata dia.

Menurut bupati, terdapat 15 kecamatan yang menjadi area potensial untuk ditingkatkan luas tanamnya, seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makartijaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha. 

“Ada empat kecamatan potensial yang masih bisa dikembangkan secara optimal, Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan,” katanya.

Dia melanjutkan, pemkab pun berupaya meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan alat mesin olah tanah modern dan pengolahan tanah secara insentif.

“Kami juga menyediakan saranan panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (verticaldryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi,” katanya.

Dengan upaya tersebut, kata Askolani, pihaknya pun optimistis Banyuasin juga dapat naik peringkat menjadi kabupaten nomor 1 produsen beras nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel pertanian banyuasin
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top